WARTAGARUT.COM – Tim dosen dari Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi Universitas Garut, hadir langsung di tengah para petani kopi Mandalagiri, Garut.
Pada akhir Juni 2025, mereka mengunjungi Koperasi Produsen Kopi Mandalagiri (KPKM) di Kampung Cikeris, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, untuk merancang strategi digitalisasi berbasis branding hijau.
Rombongan dipimpin oleh Dr. Dini Turipanam Alamanda, bersama para pakar lintas bidang: Dr. Eti Kusmiati (koperasi), Fikri Fahru Roji, M.T. (web development), Diqy Fakhrun Shiddieq, M.T. (e-commerce), dan Dwi Nurhayati, M.Pd. (ekonomi).
Mereka melakukan wawancara lapangan langsung dengan petani dan pengurus koperasi guna memahami tantangan nyata dalam membangun citra dan pasar Arabika Mandalagiri.
“Kami tidak ingin membuat solusi dari menara gading. Semua desain digital harus membumi, sesuai kebutuhan petani,” tegas Dr. Dini, koordinator tim.
KPKM, yang berdiri sejak 2023, menjadi rumah kolektif para petani dan roaster kopi Arabika khas Garut.
Manajer KPKM, R. Dedy Novandi A menekankan perlunya platform digital terpadu untuk menampilkan praktik agroforestry ramah lingkungan dan edukasi keanggotaan koperasi.
“Kami butuh platform yang bisa menceritakan kopi kami—dari petani, untuk konsumen. Termasuk bagaimana kami pakai pupuk organik, panel surya, dan kemasan ramah lingkungan,” ujar Dedy Novandi.
Dari hasil riset lapangan, tim dosen merumuskan empat kebutuhan prioritas:
Situs web profesional (mandalagiricoffee.com) dengan galeri petani, proses budidaya, dan informasi teknis.
Kanal e-commerce langsung, agar kopi Mandalagiri bisa dipasarkan tanpa tengkulak.
Pelatihan manajemen konten, agar koperasi bisa mengelola situs secara mandiri.
Strategi branding “carbon-neutral coffee”, termasuk narasi jejak karbon, kemasan biodegradable, hingga program tukar kemasan.
Website ini juga akan menampilkan konten edukatif tentang konservasi hutan penyangga, sebagai bagian dari cerita keberlanjutan kopi Garut.
Dengan dukungan dari tim dosen dan mahasiswa Bisnis Digital, Kopi Mandalagiri diarahkan menjadi produk lokal yang bisa bersaing di pasar nasional hingga internasional—bukan hanya karena rasanya, tapi juga karena komitmen hijau yang menyertainya.
Penulis : Soni Tarsoni

















