Irvan Faza Beri Solusi untuk Permasalahan Buruh dan Pekerja di Garut

- Jurnalis

Selasa, 2 Mei 2023 - 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (DAPIL) 14 Kabupaten Garut, H Irvan Rivani Faza

Calon Legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (DAPIL) 14 Kabupaten Garut, H Irvan Rivani Faza

WARTA GARUT – Calon Legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (DAPIL) 14 Kabupaten Garut, H Irvan Rivani Faza, mengungkapkan permasalahan buruh dan pekerja di Kabupaten Garut. 

Faza menyebutkan beberapa masalah terkait Permasalahan Buruh dan Pekerja di Garut diantaranya: 

    1. KUALITAS TENAGA KERJA MINIM KOMPETENSI

Menurut pendapat Irvan Faza, terdapat ketimpangan antara jumlah tenaga kerja yang melimpah dengan kualitas masing-masing tenaga kerja yang cenderung rendah. Kendati demikian, hal ini tak lepas dari faktor-faktor seperti rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga, dan kurangnya lingkungan sosial yang kondusif. 

  1. KEMAMPUAN PERUSAHAAN DALAM MEMBAYAR UPAH

Kemampuan Perusahaan dalam membayar Upah  sangat berat karena  pemasukkan dan pengeluaran tidak sebanding

Solusinya : Andil pemerintah terhadap regulasi pembelian bahan baku dll di perketat sehingga tidak terjadi lonjakan harga, dan juga kompetensi tenaga kerja ditingkatkan

  1. TERBATASNYA PELUANG KERJA

kesempatan kerja paling diminati tenaga kerja di Garut adalah sektor Percaloan,  pertanian, industri, perdagangan, kontraktor, konsultan dan jasa lainnya, namun Sayangnya, sektor-sektor tersebut tidak mampu memberi kesempatan kerja yang luas bagi para tenaga kerja yang berjumlah banyak. Hal ini akan membuat mereka tidak mempunyai penghasilan, sehingga tingkat kesejahteraan hidup mereka semakin rendah.

  1. UPAH PARA PEKERJA DI BAWAH RATA-RATA

Tingkat Permasalahan yang paling besar di kabupaten Garut Upah yang sangat Minim sekali dan tidak sesuai dengan kebutuhan hidup sehari-hari 

Pemecahan masalah :Meningkatkan kualitas diri adalah salah satu upaya agar mendapat pekerjaan dan gaji yang layak serta menaikkan nilai tawar dihadapan perusahaan. Selain itu pemerintah harus menggalakkan kepada perusahaan untuk memberikan upah kepada tenaga kerja sesuai dengan UMR (Upah Minimum Rakyat) sehingga tidak ada perusahaan yang memberi upah kepada tenaga kerja di bawah UMR yang sudah ditentukan

  1. KESEMPATAN KERJA MASIH TERBATAS

Pemecahan Masalahnya, Untuk mengatasi terbatasnya kesempatan atau peluang kerja ini dapat dilakukan dengan cara pengembangan industri padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja yang besar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan penanaman modal dalam negeri. Usaha lainnya yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah terbatasnya lapangan kerja ini adalah dengan pengembangan pekerjaan umum, seperti pengadaan proyek pembangunan jalan, gedung,  pembuatan saluran air, irigasi, pembuatan jembatan, dan perbaikan jalan.

  1. JAMINAN SOSIAL TIDAK ADA / KECIL

Pemecahan masalah :Seharusnya setiap perusahaan memberikan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan seperti Jamsostek bagi tenaga kerjanya sehingga para pekerja merasa aman dan terlindungi jika sewaktu waktu terjadi kecelakaan, kematian dan jaminan masa tua

  1. PENGANGGURAN

Pemecahan masalah :Pemerintah atau perusahaan membuka usaha padat karya sehingga banyak menyerap tenaga kerja. kemudian memberikan pinjaman modal yang lebih selektif agar masyarakat dapat membuka usaha sendiri sehingga pengangguran dapat teratasi.

Baca Juga :  Jamaah Haji Garut 2024 Ungkap Kepuasan Terhadap Pelayanan Kemenag dan Fasilitas di Tanah Suci

SOLUSINYA :

  1. MENGADAKAN PELATIHAN KERJA 

Pelatihan kerja ini merupakan kegiatan pengembangan keahlian dan keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaan dan persyaratan pekerjaan. Dengan demikian melalui pelatihan kerja ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas kerja para tenaga kerja. Pelatihan kerja ini dapat dilakukan dengan mendirikan Balai Latihan Kerja di berbagai daerah

  1. PEMAGANGAN 

Pemagangan ini sebenarnya merupakan bagian dari pelatihan kerja,namun pemagangan ini langsung dilakukan di tempat kerja. Tujuan pemagangan adalah untuk memantapkan profesionalisasi tenaga kerja. Hal ini dapat diterapkan di sekolah-sekolah khususnya sekolah kejuruan (SMK) seperti yang dilakukan saat ini. Pemagangan harus dilakukan sesuai dengan jurusan atau jenis pekerjaan yang digelutinya. 

  1. PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN 

Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat melalui pendidikan formal maupun nonformal. Melalui pendidikan formal, ini dapat dilakukan melalui program wajib belajar 9 tahun seperti saat ini dilakukan, membenahi kurikulum pendidikan untuk mendapatkan sistem pendidikan yang sesuai dengan bursa tenaga kerja, seperti membuka sekolah menengah kejuruan (SMK) di seluruh daerah. Sedangkan melalui pendidikan non formal dapat dilakukan dengan memberikan kursus-kursus atau pelatihan-pelatihan kerja, pelatihan kewirausahaan untuk membuka lapangan kerja baru, dan lain sebagainya

  1. PEMBENAHAN UPAH DAN GAJI 

Membenahi upah dan gaji tenaga kerja. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para tenaga kerja, sehingga memiliki efek yang positif pada peningkatan mutu dan produktivitas kerja. Hal ini dapat dilakukan dengan cara diantaranya meningkatkan upah minimum provinsi , kabupaten kota (UMP dan UMK), mengikutkan pekerja dalam program asuransi jaminan sosial, meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja dalam perusahaan, dan perusahaan harus memenuhi hak-hak karyawan seperti hak cuti dan tunjangan hari raya.5.Peningkatan Gizi dan Kesehatan. Selain apa yang telah kita sebutkan tadi, kualitas atau mutu tenaga kerja dapat juga dilakukan dengan program peningkatan gizi dan kesehatan.Dengan gizi yang baik, maka kesehatan tenaga kerja juga akan baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja

  1. PENYEBARAN TENAGA KERJA SECARA MERATA 

Pemecahan Masalahnya:Untuk pemecahan masalah tersebut, pemerintah juga telah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam rangka pemerataan penyebaran tenaga kerja. Berikut ini beberapa kebijakan yang dilakukan pemerintah.

  1. PROGRAM TRANSMIGRASI

Mengadakan transmigrasi, yaitu usaha memeratakan penduduk dari daerah padat ke daerah yang masih sedikit penduduknya. Contoh, memindahkan penduduk Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan dengan membuka lapangan kerja baru.

  1. PEMBERDAYAAN TENAGA KERJA 

Pemberdayaan dilakukan dengan cara mengirim angkatan kerja dari daerah yang kelebihan tenaga kerja ke daerah yang kekurangan tenaga kerja atau pun ke negara lain yang kekurangan tenaga kerja.

  1. PENGEMBANGAN USAHA SEKTOR INFORMAL 

Pengembangan usaha sektor informal di daerah-daerah, seperti pengembangan usaha-usaha kerajinan. Misalnya, usaha batik, anyaman tikar, kerajinan kayu, dan lain-lain.

Baca Juga :  Silaturahmi dan Koordinasi DPD PAN Garut Bahas Pendalaman Visi Misi dan Strategi Pemenangan Pilkada Garut

KESIMPULAN 

Tenaga kerja juga merupakan pelaku pembangunan dan pelaku ekonomi baik secara individu maupun kelompok,sehingga mempunyai peran yang sangat mempengaruhi dalam aktivitas perekonomian nasional dan penentu keberhasilan pembangunan.

  1. Bagaimana hubungan antara tingkat gaji/upah dengan kualitas hidup pekerja
  2. Bagaimana hubungan yang baik antara perusahaan dengan pekerja sehingga kedua belah pihak antara PERUSAHAAN dan PEKERJA akan sama-sama diuntungkan

Berita Terkait

KPU Kabupaten Garut Tetapkan 50 Calon Terpilih Anggota DPRD
MUI Tarogong Kidul Gelar Raker Bahas Penguatan Amaliyah Zakat, Prosedur Kurban, dan Pilkada Garut 2024
Kepala Kemenag Garut H Saepulloh: Kloter 59 Calon Jamaah Haji Garut Akan Berangkat Bersama Calhaj Kota Bogor
DLH Kabupaten Garut Gelar Serangkaian Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Garut: Implementasi Program Garut Zero Waste dan Eco Office untuk Masa Depan Berkelanjutan
BEM KBM IPI Garut Gelar Diskusi Publik Gagasan Bakal Calon Bupati untuk Guru 5 Tahun ke Depan
Kepala Kemenag Garut Doakan Jamaah Haji dan Pesan Pada Petugas Berikan Pelayanan Optimal
Pj Bupati Garut Pimpin Pelepasan dan Bimbingan Manasik Haji untuk 2.003 Jamaah dan 40 Petugas
Berita ini 271 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 06:25 WIB

KPU Kabupaten Garut Tetapkan 50 Calon Terpilih Anggota DPRD

Sabtu, 8 Juni 2024 - 21:52 WIB

MUI Tarogong Kidul Gelar Raker Bahas Penguatan Amaliyah Zakat, Prosedur Kurban, dan Pilkada Garut 2024

Kamis, 6 Juni 2024 - 21:25 WIB

Kepala Kemenag Garut H Saepulloh: Kloter 59 Calon Jamaah Haji Garut Akan Berangkat Bersama Calhaj Kota Bogor

Kamis, 6 Juni 2024 - 18:38 WIB

DLH Kabupaten Garut Gelar Serangkaian Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024

Rabu, 5 Juni 2024 - 18:23 WIB

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Garut: Implementasi Program Garut Zero Waste dan Eco Office untuk Masa Depan Berkelanjutan

Senin, 20 Mei 2024 - 20:49 WIB

BEM KBM IPI Garut Gelar Diskusi Publik Gagasan Bakal Calon Bupati untuk Guru 5 Tahun ke Depan

Minggu, 19 Mei 2024 - 09:16 WIB

Kepala Kemenag Garut Doakan Jamaah Haji dan Pesan Pada Petugas Berikan Pelayanan Optimal

Jumat, 3 Mei 2024 - 18:55 WIB

Pj Bupati Garut Pimpin Pelepasan dan Bimbingan Manasik Haji untuk 2.003 Jamaah dan 40 Petugas

Berita Terbaru