WARTAGARUT.COM – Tim Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) MAN 5 Garut berhasil lolos 30 besar nasional Olympiad of Madrasah Innovation (OMI) Riset 2026 melalui karya penelitian berjudul BIO-CHIK: Pemanfaatan Lemak Ayam Broiler sebagai Bahan Baku Biodiesel dengan Cangkang Telur sebagai Katalis Berkelanjutan.
Tim yang beranggotakan tiga siswa tersebut terdiri atas Muhammad Rifqi Al Fajri dan Greis Minola dari kelas XI-7, serta Azka Nisrina I dari kelas XI-8.
Dalam kompetisi tersebut, mereka mengembangkan gagasan penelitian yang memanfaatkan lemak ayam broiler sebagai bahan baku biodiesel.
Karya tersebut dibimbing oleh Hanieke Syahla Magular, S.Ant., yang mendampingi proses pengembangan riset para siswa.
BIO-CHIK Angkat Potensi Limbah sebagai Bahan Baku Biodiesel
Penelitian BIO-CHIK mengangkat pemanfaatan lemak ayam broiler sebagai bahan baku biodiesel, dengan cangkang telur yang digunakan sebagai katalis berkelanjutan.
Secara umum, biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang dapat dihasilkan dari bahan baku yang mengandung minyak atau lemak.
Sementara itu, pemanfaatan cangkang telur sebagai katalis menjadi bagian dari pendekatan penelitian yang dikembangkan tim KIR MAN 5 Garut.
Melalui karya tersebut, para siswa membawa isu pemanfaatan limbah dan pengembangan energi alternatif ke dalam ajang kompetisi riset tingkat nasional.
Namun, informasi mengenai hasil pengujian, efisiensi produksi, serta kelayakan penerapan biodiesel hasil penelitian ini belum disampaikan secara terperinci.
Kepala MAN 5 Garut Berikan Dukungan
Kepala MAN 5 Garut, Dr. H. Sudi Priyambodo, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim KIR yang berhasil menembus 30 besar nasional OMI Riset 2026.
Capaian tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan budaya penelitian dan inovasi di lingkungan madrasah.
“Selamat dan sukses kepada Tim KIR MAN 5 Garut yang telah berhasil lolos 30 besar nasional Olympiad of Madrasah Innovation (OMI) Riset 2026,” ujar H. Sudi Priyambodo.
Ia juga memberikan dukungan kepada para siswa agar terus berupaya memberikan hasil terbaik pada tahapan kompetisi berikutnya.
“Kami mengapresiasi kerja keras para siswa dan pembimbing dalam mengembangkan penelitian BIO-CHIK. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berinovasi.”tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan dalam kompetisi riset tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari proses belajar yang dijalani para siswa selama mengembangkan karya ilmiah.
“Selamat berjuang di tahap berikutnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan hasil terbaik bagi Tim KIR MAN 5 Garut.”harapannya.
Tiga Siswa Siap Menghadapi Tahap Berikutnya
Lolosnya BIO-CHIK ke dalam 30 besar nasional menjadi kesempatan bagi Muhammad Rifqi Al Fajri, Greis Minola, dan Azka Nisrina I untuk melanjutkan perjalanan penelitian mereka dalam OMI Riset 2026.
Dengan bimbingan Hanieke Syahla Magular, tim tersebut diharapkan dapat terus memperkuat karya yang telah dikembangkan, termasuk dalam aspek metodologi, pengolahan data, dan penyampaian hasil penelitian.
Bagi madrasah, capaian ini menjadi salah satu catatan prestasi di bidang riset dan inovasi siswa.
Keberhasilan tersebut juga membuka ruang bagi pengembangan gagasan ilmiah yang mengangkat persoalan lingkungan, pemanfaatan limbah, dan potensi energi alternatif.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar