WARTAGARUT.COM – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (ASDA I) Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah ribuan lulusan STIKes Karsa Husada Garut yang telah berperan penting dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Hal itu ia sampaikan dalam Sidang Senat Akademik Wisuda dan Angkat Sumpah STIKes Karsa Husada Garut Tahun Akademik 2024/2025 yang digelar di Hotel Santika Garut, Rabu (5/11/2025).
“Sudah lebih dari tujuh ribu lulusan STIKes Karsa Husada Garut yang telah berkontribusi di berbagai sektor, baik pemerintahan, swasta, maupun mandiri, bahkan ada yang bekerja di luar negeri,” ujar Bambang Hafidz dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa kontribusi para lulusan di bidang kesehatan menjadi bagian penting dalam memajukan derajat kesehatan masyarakat Garut, sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
“Kelulusan ini sedikit banyak tentu meningkatkan IPM Kabupaten Garut, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Walaupun dampaknya tidak besar secara persentase, namun kontribusinya nyata,” tambahnya.
Bambang tidak menutup mata bahwa Garut masih dihadapkan pada sejumlah persoalan layanan dasar, seperti rendahnya angka rata-rata lama sekolah, tingginya angka kematian ibu dan bayi, serta kasus stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Persoalan ini tentu menjadi tantangan tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi dunia pendidikan kesehatan. Karena di sinilah lulusan STIKes Karsa Husada Garut memiliki peran strategis,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan STIKes Karsa Husada Garut dapat terus diperkuat dalam upaya menekan persoalan-persoalan tersebut.
“Kemitraan yang sudah terjalin dengan baik harus kita tingkatkan, baik melalui kolaborasi, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Dengan begitu, dampak nyata dari pendidikan kesehatan bisa dirasakan langsung oleh warga Garut,” tutur Bambang.
Selain itu, Bambang juga menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan menjadi salah satu modal penting menuju Indonesia Emas 2045 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Pendidikan kesehatan memiliki posisi strategis dalam upaya menurunkan angka kematian bayi, ibu melahirkan, serta stunting. Lulusan STIKes Garut harus siap berkiprah dan menjadi bagian dari solusi global,” ujarnya.
Ia menutup dengan pesan kepada para wisudawan agar terus mengembangkan diri dan berkiprah di berbagai sektor, baik di pemerintahan, swasta, maupun dunia internasional.***
Penulis : Soni Tarsoni

















