PIDNAS IMM Garut, Ketua PDM Garut Sebut RTL Lebih Penting dari Pelatihan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menyampaikan materi dan arahan dalam Pelatihan Instruktur Dasar Nasional (PIDNAS) IMM Garut di IMDA Garut, Jumat, 7 Agustus 2026.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menyampaikan materi dan arahan dalam Pelatihan Instruktur Dasar Nasional (PIDNAS) IMM Garut di IMDA Garut, Jumat, 7 Agustus 2026.

WARTAGARUT.COM – Pelatihan Instruktur Dasar Nasional (PIDNAS) IMM Garut dinilai tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menegaskan keberhasilan pelatihan justru ditentukan oleh rencana tindak lanjut (RTL) setelah kegiatan selesai.

Menurut Dr Agus Rahmat Nugraha, para instruktur yang mengikuti PIDNAS harus segera berkonsolidasi dengan pimpinan yang memberikan mandat kepada mereka untuk memastikan ilmu yang diperoleh diterapkan dalam proses perkaderan.

“PIDNAS ini harus ditindaklanjuti. Jangan sampai hanya menjadi formalitas atau terlihat besar, tetapi dampaknya kecil.”katanya

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Pelatihan Instruktur Dasar Nasional (PIDNAS) IMM Garut di IMDA Garut, Jumat (7/8/2026).

Instruktur Harus Memetakan Potensi Setiap Kader

Dr Agus menjelaskan bahwa ilmu keinstrukturan bukan sekadar materi yang dihafalkan, melainkan kemampuan membaca karakter kader dan menerjemahkannya dalam praktik perkaderan.

Baca Juga :  Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan

Instruktur, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memetakan potensi setiap kader sehingga proses pembinaan berjalan lebih terarah.

“Instruktur harus mengetahui kecenderungan setiap kader, apakah lebih kuat di persyarikatan, umat, atau kebangsaan. Semua harus terukur dan bisa dipertanggungjawabkan.”ujarnya

Ia mengingatkan bahwa tanpa pemetaan yang jelas, kader berpotensi kehilangan arah sehingga tidak mampu memberikan dampak bagi organisasi maupun masyarakat.

Tiga Pilar Kaderisasi Muhammadiyah

Ketua PDM Garut menjelaskan bahwa kader Muhammadiyah perlu dibangun melalui tiga pilar utama, yakni persyarikatan, umat, dan kebangsaan.

Menurutnya, posisi kader dapat berubah sesuai kebutuhan organisasi, namun setiap kader harus memahami keunggulan dirinya agar proses pengembangan lebih efektif.

Ia juga menilai proses kaderisasi harus berlangsung bertahap. Kader sebaiknya ditempa lebih dahulu di organisasi otonom sebelum memegang tanggung jawab yang lebih besar di tingkat persyarikatan.

Baca Juga :  PSS vs Madura United Berakhir 1-3, Laskar Sape Kerrab Menang

“Jangan terburu-buru menempatkan kader di pucuk pimpinan. Mereka harus matang secara mental, keterampilan, dan kejiwaan agar tidak mudah patah di tengah jalan.”tuturnya

Teknologi Harus Menjadi Alat Dakwah

Dalam wawancara tersebut, Agus Rahmat Nugraha juga menyoroti tantangan kaderisasi di era digital.

Ia menilai teknologi membawa manfaat besar apabila dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat dakwah dan gerakan organisasi, bukan dijadikan tujuan.

“Kalau teknologi diposisikan sebagai alat, orang akan selamat. Tetapi kalau teknologi menjadi tujuan, di situlah orang bisa celaka.”ungkapnya

Di akhir wawancara, ia kembali mengingatkan peserta bahwa keberhasilan PIDNAS tidak diukur dari empat hari pelaksanaan pelatihan, melainkan dari proses panjang setelahnya.

“Yang lebih penting bukan empat harinya, tetapi hari-hari setelahnya. Kader membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan mental yang kuat agar tidak rapuh menghadapi tantangan.”pungkasnya.

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MAN 1 Garut Borong Juara OMI Kemenag 2026, Ridwan dan Saski Melaju ke Tingkat Provinsi
Raih Juara 2 OMI 2026 Garut, Reisya Agustina Fauziah dari MAN 2 Garut Lolos Provinsi
MAN 1 Garut Raih 2 Prestasi di EXTRANAS 2026, Sabet Juara Stand Expo dan Video Profil
Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan
Magister Pendidikan Matematika IPI Garut
Alya Khalifa dari Al Mashduqi IIBS Garut Lolos ISLC 2026, Gabung 100 Ketua OSIS di UI
OMI Kemenag 2026: Siswi MAN 3 Garut Raih Juara 3 Ekonomi
Raisya Fakhira dari MA Al Mashduqi IIBS Garut Melaju ke Provinsi OMI Fisika 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:36 WIB

MAN 1 Garut Borong Juara OMI Kemenag 2026, Ridwan dan Saski Melaju ke Tingkat Provinsi

Selasa, 15 September 2026 - 07:19 WIB

Raih Juara 2 OMI 2026 Garut, Reisya Agustina Fauziah dari MAN 2 Garut Lolos Provinsi

Selasa, 15 September 2026 - 07:03 WIB

MAN 1 Garut Raih 2 Prestasi di EXTRANAS 2026, Sabet Juara Stand Expo dan Video Profil

Senin, 14 September 2026 - 13:00 WIB

Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan

Senin, 14 September 2026 - 08:35 WIB

Magister Pendidikan Matematika IPI Garut

Berita Terbaru

Reisya Agustina Fauziah Juara 2 OMI 2026

Prestasi Pelajar dan Mahasiswa

Raih Juara 2 OMI 2026 Garut, Reisya Agustina Fauziah dari MAN 2 Garut Lolos Provinsi

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:19 WIB

MAN 1 Garut meraih dua prestasi dalam EXTRANAS 2026 melalui kategori Stand Expo Tematik dan Video Profil Keterampilan.

Prestasi Pelajar dan Mahasiswa

MAN 1 Garut Raih 2 Prestasi di EXTRANAS 2026, Sabet Juara Stand Expo dan Video Profil

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:03 WIB