WARTAGARUT.COM – Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, masuk enam besar nominasi terbaik Galeri Pelangi Provinsi Jawa Barat setelah TP PKK Provinsi melakukan penilaian lapangan hari ini (Rabu, 10/12/2025).
Penilaian fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, gerakan literasi, pengelolaan ekonomi keluarga, UP2K, dan pembentukan koperasi sebagai bagian dari Gerakan Keluarga Indonesia.
Tim Penilai TP PKK Provinsi Jawa Barat melakukan rechecking langsung di Desa Pangauban untuk memverifikasi inovasi dan keberlanjutan program yang diusung. Desa ini dipilih dari 27 peserta dan dinilai memenuhi lima ruang lingkup Galeri Pelangi secara terintegrasi.
Ketua PKK Kabupaten Garut, Tinneke Hermina, menyatakan kebanggaan atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan komitmen kader PKK dan sinergi warga dengan pemerintah daerah dalam memberdayakan keluarga.
“Ini bukti bahwa PKK bukan sekadar organisasi, namun mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ujar Tinneke Hermina.
Desa Pangauban menampilkan sejumlah inovasi terukur pada lima ruang lingkup Galeri Pelangi:
Gerakan Gemar Membaca (GGM) — program Geulis (Gerakan Literasi Masyarakat Sinergis) dan Bagendit (Bacaan Generasi Digital).
Peningkatan Kualitas Pendidikan (Rumah Dilan) — inovasi Pangauban Ngaliwet (Ngarojong Lintas Warga Eksis Terpadu).
Penguatan Ekonomi Keluarga (Kampung Mandiri) — program Jamur Kopi (Jadi Makmur karena Kopi).
Pengembangan UP2K PKK — Final Project Toko PKK dengan produk unggulan: makaroni ER, sasablon Hamidah, ali agrem Mak Enuk, dan Ladu Legit Siti Nurbayani.
Koperasi — pembentukan Koperasi Paguyuban Lestari Jaya sebagai wadah ekonomi kolektif.
Ketua Bidang II TP PKK Provinsi Jawa Barat, Ike Garnika, menyampaikan selamat kepada Kabupaten Garut yang lolos enam besar.
Ia menekankan bahwa tim penilai melakukan verifikasi lapangan—bukan sekadar menilai dari video—untuk menentukan pilot project terbaik yang berdampak secara nyata.
“Rechecking krusial untuk memastikan integritas data. Program yang dinilai harus inovatif, berkelanjutan, dan berdampak pada IPM serta ekonomi lokal,” kata Ike Garnika.
Ketua Pembina TP PKK Desa Pangauban, Ida Farida Feri, memaparkan rancangan program dan kegiatan unggulan, termasuk kampanye gemar membaca, pelatihan Kaulinan Barudak Lembur (Kabarulem), pengolahan kopi berbasis komunitas, serta pengembangan UMKM melalui UP2K.
Ia berharap kerja keras kader dan dukungan mitra membuahkan hasil maksimal dan menjadi inspirasi bagi desa lain.
TP PKK Kabupaten Garut menyatakan kesiapan menerima masukan dari tim penilai untuk menyempurnakan program.
Jika terpilih sebagai pilot project, model Galeri Pelangi Desa Pangauban diharapkan direplikasi di daerah lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kemandirian ekonomi keluarga.***
Penulis : Soni Tarsoni









