WARTAGARUT.COM – Rektor Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG), Dr. Iwan Wahyudi, S.Kep., Ners., M.Kep., menegaskan bahwa perubahan bentuk STIKes Karsa Husada Garut menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKHG) merupakan langkah strategis dan visioner dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian acara Milad ke-22 Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), pelantikan rektor pertama, serta peresmian Gedung Kampus 3 di Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (23/1/2026).
Dr. Iwan Wahyudi mengawali sambutannya dengan ungkapan rasa syukur atas capaian besar institusi yang kini resmi bertransformasi menjadi institut.
“Alhamdulillahirobbil alamin, puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Atas rahmat dan karunia-Nya, STIKes Karsa Husada Garut hari ini resmi bertransformasi menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut. Perubahan ini adalah anugerah sekaligus hasil kerja keras, doa, dan kolaborasi seluruh organ yayasan, sivitas akademika, serta para pemangku kepentingan,” ujar Iwan.
Menurutnya, alih bentuk dari sekolah tinggi menjadi institut tidak sekadar perubahan administratif, melainkan cerminan komitmen kelembagaan untuk terus bertumbuh dan beradaptasi dengan dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
“Transformasi ini merupakan langkah strategis dan visioner. Bukan hanya soal struktur, tetapi tentang komitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Iwan.
Ia menambahkan, perubahan status kelembagaan diharapkan mampu memperkuat identitas Institut Kesehatan Karsa Husada Garut sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja, khususnya sektor kesehatan yang terus berkembang.
“Dengan menjadi institut, peluang kolaborasi menjadi lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional. Ini penting agar lulusan kita memiliki kompetensi yang relevan dan mampu bersaing,” jelasnya.
Bagi sivitas akademika, momentum ini dinilai sebagai pemicu untuk meningkatkan profesionalisme, budaya mutu, serta semangat berprestasi di lingkungan kampus.
“Ini saatnya kita memperkuat budaya mutu, meningkatkan etos kerja, dan membangun atmosfer akademik yang produktif. Sivitas akademika harus menjadikan perubahan ini sebagai motivasi untuk terus berkembang,” tegas Iwan.
Dr. Iwan Wahyudi juga menekankan bahwa amanah sebagai rektor pertama Institut Kesehatan Karsa Husada Garut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan optimisme.
“Saya menyambut perubahan ini sebagai amanah besar. Semoga Institut Kesehatan Karsa Husada Garut mampu tumbuh menjadi institusi pendidikan tinggi kesehatan yang unggul, berkarakter, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh civitas akademika untuk bersatu padu dan bersinergi demi mewujudkan visi besar institut ke depan.
“Mari bersama-sama, bersatu padu, saling bersinergi untuk mewujudkan Institut Kesehatan Karsa Husada Garut yang unggul, religius, dan berwawasan global,” pungkas Dr. Iwan Wahyudi.***
Penulis : Soni Tarsoni
















