Rudi Gunawan Hadiri Peresmian IKKHG, Soroti Krisis Dokter di Garut

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rudi Gunawan Hadiri Peresmian IKKHG, Soroti Krisis Dokter di Garut

Rudi Gunawan Hadiri Peresmian IKKHG, Soroti Krisis Dokter di Garut

WARTAGARUT.COM – Bupati Garut ke-26, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., MP, menyoroti serius krisis tenaga dokter di Kabupaten Garut saat menghadiri peresmian Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG), Jumat (23/1/2026).

Dalam agenda tersebut, Rudi Gunawan menegaskan bahwa kekurangan dokter menjadi tantangan utama pembangunan layanan kesehatan di daerah dengan penduduk hampir 2,8 juta jiwa.

Kehadiran Rudi Gunawan dalam kegiatan tersebut sekaligus dalam rangka menghadiri rangkaian agenda strategis dunia pendidikan dan kesehatan, mulai dari Milad ke-22 Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), peresmian alih bentuk STIKes Karsa Husada Garut menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKHG), pelantikan rektor pertama, hingga peresmian Gedung Kampus 3 di Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul.

Dalam acara tersebut, H. Rudi Gunawan juga dilantik sebagai Komite Etik Bidang Hukum Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG) sekaligus Dewan Pembina Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG).

Dalam sambutannya, Rudi Gunawan menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting pembangunan kesehatan daerah. Ia menyebut ada tiga makna besar yang patut disyukuri dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Ketua PDM Garut Kecam Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur'an, Soroti Trauma Santriwati

“Pertama, kita mensyukuri peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW. Kedua, kita bersyukur atas ulang tahun Yayasan Dharma Husada Insani Garut yang ke-22. Ketiga, tentu pelantikan rektor Institut Kesehatan Karsa Husada Garut seiring alih status dari STIKes menjadi institut,” ujar Rudi Gunawan.

Menurut Rudi, perubahan status kelembagaan ini menjadi peluang besar bagi Garut untuk memperkuat komitmen negara dalam perlindungan sosial bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional serta Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS.

“Negara wajib memberikan perlindungan sosial terhadap kesehatan dan ketenagakerjaan. Tidak boleh ada perbedaan antara rakyat kaya dan miskin. Semua harus mendapatkan perlindungan yang sama. Itu amanat undang-undang dan komitmen kita dengan WHO tentang perlindungan kesehatan semesta,” tegasnya.

Rudi juga memaparkan tantangan nyata layanan kesehatan di Garut, khususnya keterbatasan fasilitas dan tenaga medis.

Ia mengungkapkan bahwa Garut masih kekurangan lebih dari seribu tempat tidur rumah sakit, meski puskesmas dengan tempat perawatan (DTP) telah menambah kapasitas sekitar 500 bed.

Baca Juga :  Ceng Malki DPRD Jabar Soroti Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur'an, Desak Trauma Healing Santriwati

“Kekurangan ini adalah jaminan yang harus dibangun oleh negara. Pembangunan kesehatan ke depan harus lebih terencana dan berkelanjutan,” katanya.

Sorotan utama Rudi Gunawan tertuju pada krisis dokter di Garut. Ia menyebut, dalam berbagai rekrutmen tenaga medis, baik dokter umum maupun dokter gigi, peminatnya masih sangat terbatas.

“Garut ini kekurangan dokter. Ketika Dinas Kesehatan membuka lowongan, sering kali tidak terpenuhi. Dengan penduduk sekitar 2,8 juta jiwa, kita membutuhkan banyak dokter. Jangan terus bergantung dari luar daerah. Kita harus mencetak dokter dari Garut sendiri,” ucapnya.

Karena itu, ia berharap Institut Kesehatan Karsa Husada Garut ke depan mampu mewujudkan pendirian fakultas kedokteran sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia kesehatan lokal.

“Sekali lagi saya berharap, ayo kita wujudkan bersama-sama agar sumber daya kesehatan Kabupaten Garut lebih berkualitas. Dengan gotong royong semua pihak, Institut Kesehatan Karsa Husada Garut harus menjadi institusi yang semakin baik dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Rudi Gunawan.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IKKHG Garut Terima Kunjungan Gates Foundation dan Kemenkes untuk Tinjau DED 2.0
IPI Garut Peringkat 238 Asia Tenggara, Rektor Soroti Mutu Pendidikan
RUPS Tahunan Bukan Sekadar Formalitas, Notaris Agustine Merdekawati Ajak Developer Garut Perkuat Tata Kelola Perseroan
Rp2,659 Miliar Santunan JKM Disalurkan kepada 82 Ahli Waris di Garut
Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan
Hari Santri Nasional, Rektor UNIGA Irfan Nabhani Soroti Peran Santri dalam Membangun Bangsa
Dinas Pendidikan Garut Lirik Karya Inovatif Mahasiswa Dalam Gelar Karya PPG IPI Garut
Gelar Karya PPG IPI Garut Hadirkan Inovasi untuk Masalah Pembelajaran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:19 WIB

IKKHG Garut Terima Kunjungan Gates Foundation dan Kemenkes untuk Tinjau DED 2.0

Rabu, 4 November 2026 - 08:09 WIB

IPI Garut Peringkat 238 Asia Tenggara, Rektor Soroti Mutu Pendidikan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:48 WIB

RUPS Tahunan Bukan Sekadar Formalitas, Notaris Agustine Merdekawati Ajak Developer Garut Perkuat Tata Kelola Perseroan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Rp2,659 Miliar Santunan JKM Disalurkan kepada 82 Ahli Waris di Garut

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:44 WIB

Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan

Berita Terbaru

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., saat wawancara bersama WartaGarut.com.

KEAGAMAAN

Milad Muhammadiyah ke-114, PDM Garut Siapkan 17 Kegiatan

Kamis, 5 Nov 2026 - 08:18 WIB