WARTAGARUT.COM – Bupati Garut ke 26 sekaligus Komisaris Utama PT Medika Medina Gunawan, H. Rudy Gunawan, SH, MH, menegaskan pentingnya percepatan perbaikan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan bagi warga miskin di Kabupaten Garut yang dinonaktifkan secara mendadak, Senin (8/2/2026).
Ia meminta Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan bergerak cepat agar masyarakat tidak panik dan tetap mendapatkan layanan kesehatan.
Rudy menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah warga miskin yang kehilangan status PBI akibat pembaruan data nasional.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menghambat akses layanan kesehatan jika tidak segera ditangani.
“Saya berharap masyarakat yang PBI-nya diputus, tapi dalam keadaan miskin, bisa segera kita usahakan perbaikan datanya melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) oleh Dinas Sosial,” ujar Rudy Gunawan melalui pasan singkat kepada WartaGarut.com, Minggu, 8 Februari 2026.
Ia menekankan, pembaruan data harus dilakukan secara cepat dan akurat agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Rudy Gunawan mengingatkan bahwa banyak warga menggantungkan hidupnya pada jaminan kesehatan pemerintah.
“Supaya tidak ada kepanikan bagi peserta BPJS yang tiba-tiba PBI-nya dicabut dan BPJS-nya tidak aktif,” lanjutnya.
Selain pembaruan data, Rudy Gunawan juga mendorong optimalisasi program Layanan Terpadu Rumah Harapan Masyarakat (Lapad Ruhama) sebagai solusi alternatif bagi warga yang mengalami kendala administrasi BPJS.
“Saya minta Dinas Sosial segera melakukan langkah-langkah penggunaan Lapad Ruhama bagi masyarakat miskin yang punya masalah kesehatan,” tegasnya.
Menurut Rudy Gunawan, program tersebut dapat menjadi jaring pengaman sosial di sektor kesehatan, terutama bagi warga yang belum kembali terdata sebagai penerima bantuan.
“Kesehatan itu adalah hak setiap warga. Maka Dinas Sosial harus proaktif, termasuk menandatangani kerja sama dengan rumah sakit swasta,” katanya.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan melalui jaringan puskesmas memberikan pendampingan dan advokasi kepada warga yang mengalami frustrasi akibat BPJS tidak aktif.
“Puskesmas harus hadir memberi advokasi kepada masyarakat yang merasa bingung dan tertekan ketika BPJS-nya bermasalah,” ujar Rudy Gunawan
Di sisi lain, Rudy memastikan Rumah Sakit Medina telah menyiapkan layanan khusus bagi warga miskin yang masuk kategori desil 5 ke bawah.
“Untuk rumah sakit Medina, kami siapkan layanan khusus bagi masyarakat miskin. Para kader juga kami libatkan untuk membantu pemulihan status mereka,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan relawan dapat memperkuat sistem perlindungan sosial di bidang kesehatan.
“Komitmen kita harus sama, tidak boleh ada warga yang kehilangan hak layanan kesehatan hanya karena masalah data,” pungkas Rudy Gunawan.
Penulis : Soni Tarsoni














