WARTAGARUT.COM – Universitas Garut (Uniga) resmi menghadirkan Program Doktor Administrasi Publik yang menjadi satu-satunya di wilayah Priangan Timur, memperkuat posisi kampus daerah tersebut sebagai pusat pengembangan kepemimpinan publik dan tata kelola pemerintahan berbasis akademik.
Hal tersebut, ditegaskan Rektor Universitas Garut dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Angkatan ke-XLIII Gelombang I Tahun Akademik 2025-2026, Sabtu , 14 Februari2026.
Rektor Universitas Garut, Dr. H. Irfan Nabhani, S.E., M.T., menyampaikan bahwa pembukaan program doktor ini bukan sekadar capaian administratif, melainkan bentuk tanggung jawab akademik untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia unggul di bidang administrasi publik.
“Program Doktor Administrasi Publik ini adalah satu-satunya di Priangan Timur. Ini bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga tanggung jawab untuk melahirkan pemimpin dan pemikir kebijakan publik yang berintegritas,” ujar Irfan di hadapan sivitas akademika dan para wisudawan.
Selama ini, kata Ia, calon doktor di bidang administrasi publik dari wilayah Priangan Timur harus melanjutkan studi ke kota besar seperti Bandung atau Jakarta.
Kehadiran program doktor di Universitas Garut membuka akses lebih luas bagi aparatur sipil negara (ASN), akademisi, dan praktisi pemerintahan daerah untuk melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan daerah asal.
Menurut Irfan, langkah ini sejalan dengan komitmen Universitas Garut untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dan berakar pada kebutuhan lokal.
“Kemajuan daerah harus ditopang oleh kepemimpinan publik yang kuat secara akademik. Karena itu, kami ingin menghadirkan program doktor yang kontekstual dengan dinamika pemerintahan daerah,” katanya.
Irfan mengatakan, Pembukaan Program Doktor Administrasi Publik menjadi bagian dari penguatan kelembagaan Universitas Garut yang kini memasuki usia ke-28 tahun sejak berdiri pada 21 Desember 1998.
Saat ini, kata Ia, Universitas Garut menyelenggarakan satu program pascasarjana dan delapan fakultas dengan total 28 program studi dari jenjang sarjana hingga doktor.
Pada 2025, dua program studi—Magister Administrasi Publik dan Teknik Elektro S1—meraih status akreditasi unggul.
Rektor menegaskan bahwa capaian tersebut memperlihatkan komitmen kampus dalam membangun budaya mutu akademik secara berkelanjutan.
“Kami tidak ingin hanya berkembang secara kuantitas. Kualitas dan tata kelola menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Irfan mengungkapkan, Universitas Garut juga menetapkan visi baru menuju 2040 sebagai universitas unggul, inovatif, dan berdaya saing lokal yang tetap berakar pada kearifan lokal.
Program doktor ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak riset kebijakan publik yang aplikatif, terutama dalam menjawab persoalan tata kelola pemerintahan daerah, pelayanan publik, hingga pembangunan berbasis masyarakat.
“Wisuda bukan akhir perjalanan. Kami ingin lulusan kami menjadi agen perubahan yang bekerja dengan integritas dan empati,” ujar Irfan.
Dengan hadirnya Program Doktor Administrasi Publik, Universitas Garut mempertegas identitasnya sebagai kampus daerah yang tidak hanya berkembang, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas kepemimpinan dan tata kelola publik di Priangan Timur dan sekitarnya.***

















