SMK Muhammadiyah Garut Terapkan Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H, Padukan Ibadah dan Kepedulian Lingkungan

Senin, 2 Maret 2026 - 14:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SMK Muhammadiyah Garut Terapkan Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H, Padukan Ibadah dan Kepedulian Lingkungan

SMK Muhammadiyah Garut Terapkan Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H, Padukan Ibadah dan Kepedulian Lingkungan

WARTAGARUT.COM – Program Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026 di SMK Muhammadiyah Garut menerapkan konsep pesantren ekologi berbasis lingkungan hidup, memadukan kegiatan keagamaan seperti sholat dhuha, tadarus, kultum, serta penanaman pohon dan kebersihan lingkungan sejak awal Ramadan.

Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan S.Pd.I, menjelaskan bahwa program tersebut mengacu pada instruksi dan panduan dari tingkat provinsi.

Sekolah mengintegrasikan kegiatan pesantrenan dengan aksi nyata menjaga lingkungan.

“Ramadan kali ini kita mengacu kepada pesantren ekologi berbasis lingkungan hidup. Kegiatannya perpaduan antara sholat dhuha, tadarus, kultum, dipadukan dengan penanaman pohon dan kebersihan lingkungan,” ujar Yan Yan saat diwawancara SMK Muhammadiyah Garut, Jalan Jendral Ahmad Yani No.257, Wetan, Ciwalen, Kec. Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin, (2/3/2026).

Ia menuturkan, penerapan program dimulai sejak hari-hari awal Ramadan. Siswa masuk pukul 07.30 WIB, berbaris untuk melaksanakan sholat dhuha, dilanjutkan tadarus Al-Quran, Asmaul Husna, dan kultum sebelum pembelajaran dimulai.

Baca Juga :  Real Madrid vs Inter Milan: Jadwal, Siaran Langsung dan Fakta Duel Liga Champions

“Secara rutin sebenarnya sudah kita laksanakan. Sholat dhuha berjamaah seluruh siswa dilakukan setiap hari Jumat. Untuk hari biasa dipandu guru di jam pertama,” katanya.

Bagi siswi yang berhalangan melaksanakan sholat dhuha, tetap mengikuti kegiatan kultum bersama.

Kegiatan berjamaah setiap Jumat dipusatkan di lapangan sekolah, sedangkan hari biasa berlangsung di kelas masing-masing.

Yan Yan menegaskan, budaya religius tersebut bukan hal baru di lingkungan sekolah. Program tadarus sudah berjalan rutin bahkan sebelum Ramadan.

Hasilnya, tiga kelas telah menggelar syukuran khataman Al-Quran sebelum memasuki bulan suci.

“Bahkan ada satu kelas yang selama tiga tahun sudah dua kali khatam. Mereka memanfaatkan waktu kosong, istirahat, atau saat menunggu guru untuk tadarus,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian itu menunjukkan peningkatan kesadaran spiritual siswa dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Panen Kentang dan Telur di Bandung, GP Ansor Jabar Siapkan Program hingga Garut

Jika sebelumnya khataman umumnya terjadi saat kelas XII menjelang kelulusan, kini ada kelas yang mampu menyelesaikan dua kali khatam dalam masa studi tiga tahun.

Selain kegiatan rutin, sekolah juga mengembangkan potensi siswa melalui ekstrakurikuler ceramah, dakwah, kultum, serta program BTQ (Baca Tulis Al-Quran).

Program tersebut dirancang untuk memperkuat syiar agama sekaligus membentuk karakter religius.

Di sisi ekologi, sekolah telah melakukan penanaman pohon sejak sebelum Ramadan.

Beberapa tanaman bahkan sudah dipanen meski masih berupa tanaman kecil yang mudah tumbuh dan cepat dipetik hasilnya.

Yan Yan berharap program pesantren ekologi tidak hanya membentuk kebiasaan ibadah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral generasi muda.

“Alhamdulillah siswa sudah terbiasa, jadi tidak kaget lagi. Ini memang sudah menjadi ciri khas SMK Muhammadiyah Garut,” pungkasnya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Verifikasi Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Barat Lakukan Verifikasi Lapangan di SMK Muhammadiyah Garut
Tim Adiwiyata Jabar Lakukan Verifikasi Lapangan, Sebut MA Unggulan Al-Mashduqi IIBS Garut Siap Menuju Adiwiyata Nasional
MAN 1 Garut Deklarasi Anti Korupsi, 200 Siswa Ikuti Dialog Integritas Bangkit 2026
Mahasiswa Uniga Raih Dua Podium di Arung Progo Festival 2026
KH Dadang Priatna Pimpin Yayasan Pesantren Cipari, Ini 3 Prioritasnya
SMK Muhammadiyah Garut Perkuat Ideologi Guru dan Staf lewat Pengajian Pembinaan
Pangdam III Siliwangi, Deputi I BNPT dan Direktur PT. Antam, Tbk. hadiri Inauguration Ceremony 2026 Santri Murid Baru Al Mashduqi IIBS Garut
Aulia Sukma, Murid MAN 1 Garut, Raih Juara 2 Taekwondo West Java Open 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:33 WIB

Tim Verifikasi Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Barat Lakukan Verifikasi Lapangan di SMK Muhammadiyah Garut

Rabu, 9 September 2026 - 08:59 WIB

Tim Adiwiyata Jabar Lakukan Verifikasi Lapangan, Sebut MA Unggulan Al-Mashduqi IIBS Garut Siap Menuju Adiwiyata Nasional

Jumat, 4 September 2026 - 19:38 WIB

MAN 1 Garut Deklarasi Anti Korupsi, 200 Siswa Ikuti Dialog Integritas Bangkit 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Mahasiswa Uniga Raih Dua Podium di Arung Progo Festival 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:14 WIB

KH Dadang Priatna Pimpin Yayasan Pesantren Cipari, Ini 3 Prioritasnya

Berita Terbaru