Terungkap! Garut Masuk 5 Besar Kasus Kekerasan, Ini Langkah Fatayat NU

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terungkap! Garut Masuk 5 Besar Kasus Kekerasan, Ini Langkah Fatayat NU

Terungkap! Garut Masuk 5 Besar Kasus Kekerasan, Ini Langkah Fatayat NU

WARTAGARUT.COM – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Garut bersama Yayasan Pulih dan Pemerintah Kabupaten Garut menggelar lokakarya pelibatan tokoh agama serta tokoh masyarakat untuk mencegah kekerasan berbasis gender dan praktik berbahaya.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Glamping Sabda Alam, Tarogong Kaler, Senin (1/12/2025), ini menjadi langkah strategis dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Garut.

Lokakarya tersebut dihadiri Wakil Ketua PCNU Garut, Deni Rangga Jaya, serta Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dr. Maskut Farid.

egiatan ini menekankan pentingnya peran tokoh agama dan masyarakat dalam edukasi, perlindungan, hingga pelaporan kasus kekerasan.

Kepala Dinas DPPKBPPPA Garut, Yayan Waryana, menyampaikan apresiasi terhadap Fatayat NU yang menginisiasi kolaborasi besar ini.

“Kami mengapresiasi niat dan itikad baik dari Fatayat NU. Pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat efektif karena mereka adalah panutan dan tokoh yang didengar,” ujar Yayan.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan program serupa di 17 kecamatan melalui kerja sama dengan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kader PKK sebagai pelopor dan pelapor. Kolaborasi ini dipertegas melalui penandatanganan MoU antara DPPKBPPPA Garut dan Fatayat NU.

“Hotline sudah tersedia di UPTD PPA. Setiap ada kasus kekerasan harus segera ditindaklanjuti. Ini merupakan gerakan yang berpihak kepada korban,” tambahnya.

Yayan memastikan bahwa pemerintah fokus pada perlindungan menyeluruh: mulai dari pelayanan, penanganan, hingga pemulihan trauma penyintas.

Ketua PC Fatayat NU Garut, Hj. Ernawati Siti Syaja’ah, mengungkapkan bahwa lokakarya ini dilatarbelakangi meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender berdasarkan riset KemenPPA.

“Riset KemenPPA menunjukkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Garut termasuk tinggi. Kapolres menyampaikan bahwa Garut berada di peringkat 5 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat,” jelas Ernawati.

Ia menyebut, pencegahan kekerasan membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk melalui kerja sama strategis dengan Yayasan Pulih yang fokus pada pemulihan trauma penyintas.

Perwakilan Yayasan Pulih, Risna, menjelaskan bahwa Garut menjadi satu dari beberapa wilayah sasaran program yang juga berjalan di lima negara.

“Program ini memasuki tahun kedua. Di Garut, kami memiliki dua desa pilot project, yakni Desa Banyuresmi dan Desa Godog,” ujarnya.

Selama dua tahun pelaksanaan, pihaknya bersama Fatayat NU telah melatih 30 fasilitator dewasa, 30 fasilitator remaja, dan 20 lembaga komunitas dari kalangan agama, pemerintah, masyarakat sipil, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

“LKP3A Fatayat NU tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi diperlukan agar upaya menghapus segala bentuk kekerasan berbasis gender dapat optimal,” tutup Risna.

Lokakarya yang berlangsung hingga 2 Desember ini diharapkan menghasilkan rumusan aksi, masukan lintas pihak, serta memperkuat komitmen bersama dalam mencegah kekerasan di Kabupaten Garut.***

https://whatsapp.com/channel/0029VaFKy1QJuyA7N5Dvk51J

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

IKKHG Garut Studi Banding ke IPB University untuk Perkuat Prodi S1 Gizi dan SDGs Center
22.022 Domba dan Kambing Diprediksi Dipotong Saat Idul Adha di Garut
PMK Terkendali, Warga Garut Tak Perlu Khawatir Beli Hewan Kurban
Ketersediaan Hewan Kurban di Garut Dipastikan Aman Jelang Idul Adha 2026
Bimtek Juru Sembelih Halal Digelar Sebelum Idul Adha 1447 H di Garut
Diskannak Garut Siapkan 100 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban untuk Idul Adha 1447 H
Mahasiswa PPG IPI Garut Raih Juara 2 Pemuda Pelopor Kabupaten Garut 2026 Bidang Pendidikan
BMKG Peringatkan Cuaca Panas dan Hujan Lebat Masih Mengancam hingga Pertengahan Mei 2026

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:22 WIB

IKKHG Garut Studi Banding ke IPB University untuk Perkuat Prodi S1 Gizi dan SDGs Center

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:26 WIB

22.022 Domba dan Kambing Diprediksi Dipotong Saat Idul Adha di Garut

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:22 WIB

PMK Terkendali, Warga Garut Tak Perlu Khawatir Beli Hewan Kurban

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:15 WIB

Ketersediaan Hewan Kurban di Garut Dipastikan Aman Jelang Idul Adha 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:01 WIB

Bimtek Juru Sembelih Halal Digelar Sebelum Idul Adha 1447 H di Garut

Berita Terbaru

error: Content is protected !!