Wabup Garut Ingatkan Risiko Hukum, Salah Kelola Anggaran Tak Bisa Ditoleransi

Kamis, 25 Desember 2025 - 13:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Garut Ingatkan Risiko Hukum, Salah Kelola Anggaran Tak Bisa Ditoleransi

Wabup Garut Ingatkan Risiko Hukum, Salah Kelola Anggaran Tak Bisa Ditoleransi

WARTAGARUT.COM – Wakil Bupati Garut Putri Karlina memberikan peringatan tegas kepada seluruh pengelola keuangan daerah agar tidak main-main dalam mengelola anggaran pemerintah.

Kesalahan dalam penatausahaan dan pelaporan keuangan, menurutnya, tidak hanya berdampak administratif, tetapi juga berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.

Peringatan tersebut disampaikan Putri Karlina saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah bagi Pengelola Keuangan Perangkat Daerah yang diselenggarakan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Garut, di Aula Kantor BPKAD, Jalan Kian Santang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (24/12/2025).

Putri menegaskan, pengelolaan keuangan daerah merupakan tugas utama, bukan sekadar pekerjaan tambahan.

Seluruh program kerja di tingkat perangkat daerah hingga kecamatan, kata dia, sangat bergantung pada pengelolaan anggaran yang benar dan sesuai aturan.

“Kita memasukkan diri ke dalam badan pemerintahan, kita diamanahkan oleh pusat dan oleh kepala daerah untuk mengelola uang yang masuk dan keluar, yang berputar di Pemerintah Daerah Kabupaten Garut,” ujar Putri Karlina.

Ia menyoroti masih ditemukannya kesalahan, termasuk miskomunikasi, dalam pengelolaan keuangan di level teknis. Kondisi ini dinilai berisiko jika tidak dibarengi dengan pemahaman regulasi yang memadai oleh seluruh pihak yang terlibat.

Baca Juga :  Persib vs Garudayaksa Malam Ini, Simak Jadwal dan Misi Maung Bandung

Putri menekankan, setiap pengelola keuangan daerah mulai dari Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), PPK SKPD, Bendahara, hingga PPTK wajib memahami aturan, prosedur, serta risiko hukum yang melekat pada setiap keputusan keuangan.

“Bapak ibu yang masuk ke dalam pengelola keuangan daerah itu wajib paham regulasi, wajib paham prosedur, dan wajib paham risiko atau hukum yang berdiri di belakang setiap kesalahan,” tegasnya.

Menurut Putri, ketidaktahuan terhadap regulasi tidak dapat dijadikan alasan pembenar jika terjadi pelanggaran. Oleh karena itu, kegiatan peningkatan kapasitas dinilai penting sebagai langkah pencegahan sejak dini.

Selain aspek hukum, Putri Karlina juga menekankan tanggung jawab pimpinan perangkat daerah dan camat dalam menentukan skala prioritas anggaran.

Ia mengingatkan bahwa kewenangan menyusun dan merencanakan anggaran harus digunakan secara cermat dan bertanggung jawab.

“Para pimpinan SKPD dan camat punya otoritas untuk menyusun dan merencanakan anggaran. Ini bukan hanya soal mengelola, tetapi menentukan anggaran itu dipakai untuk apa dan program apa yang benar-benar dibutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Readhaton Masagi MTsN 1 Garut Hidupkan Budaya Literasi Siswa

Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Garut Saepul Hidayat mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan serius guna menghindari pelanggaran ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan APBD.

“Harapan kami, kita semua menyimak apa yang disampaikan agar terhindar dari hal-hal yang sifatnya melanggar ketentuan,” kata Saepul.

Di tempat yang sama, Sekretaris BPKAD Kabupaten Garut Ema Rismayanti menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan akuntabilitas dan kompetensi pengelola keuangan daerah sesuai peraturan perundang-undangan.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman pengelola keuangan daerah terhadap penatausahaan dan pelaporan keuangan daerah,” jelasnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh camat, kasubag keuangan kecamatan, kepala perangkat daerah, serta pengelola keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, BPKAD menghadirkan narasumber dari tiga instansi strategis, yakni Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI, Kejaksaan Negeri Garut, dan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Garut.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan
Wisuda Tahfidz Qur’an MAN 5 Garut, Kemenag Tekankan Literasi dan Akhlak
Baznas Garut Masih Menunggu Seleksi Pimpinan, Masa Jabatan Ketua Berakhir November
Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya
Cek Bansos BPNT 2026: Link Resmi dan Cara Cek Pakai NIK
Peringati HUT ke-25, Partai Demokrat Garut Gelar Donor Darah Serentak, Dukung Ketersediaan Darah PMI
Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal
PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:44 WIB

Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:56 WIB

Wisuda Tahfidz Qur’an MAN 5 Garut, Kemenag Tekankan Literasi dan Akhlak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Baznas Garut Masih Menunggu Seleksi Pimpinan, Masa Jabatan Ketua Berakhir November

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Cek Bansos BPNT 2026: Link Resmi dan Cara Cek Pakai NIK

Berita Terbaru

Ilustrasi kondisi langit di wilayah Kabupaten Garut.

GARUT TERKINI

Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan

Senin, 26 Okt 2026 - 06:44 WIB

Inter Milan mengalahkan Fiorentina 2-1 dalam lanjutan Serie A di San Siro, Minggu (25/10/2026).

Olahraga

Inter vs Fiorentina: Gol Menit Akhir Bawa Inter Menang 2-1

Minggu, 25 Okt 2026 - 20:45 WIB