Home / Birokrasi

Selasa, 28 Desember 2021 - 11:35 WIB

379 Desa dan kelurahandi Kabupaten Garut, Deklarasikan ODF

Bupati Garut, Rudy Gunawan memimpin  Deklarasi _One Defecation Free_ (ODF) Stop Babs (Buang air besar sembarangan) yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (28/12/2021).
(Foto: Deni Septyan/ Diskominfo Garut)

Bupati Garut, Rudy Gunawan memimpin Deklarasi _One Defecation Free_ (ODF) Stop Babs (Buang air besar sembarangan) yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (28/12/2021). (Foto: Deni Septyan/ Diskominfo Garut)

GARUT, Tarogong Kidul – Bupati Garut, Rudy Gunawan memimpin Deklarasi _One Defecation Free_ (ODF) Stop Babs (Buang air besar sembarangan) bersama 76 desa dan kelurahan di Kabupaten Garut, dipusatkan di Lapang Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (28/12/2021).

Bupati Garut menyatakan, ODF di Kabupaten Garut pada bulan Januari mendatang mencapai 100%. Bupati, optimis Kabupaten Garut bisa mengikuti kembali ajang penghargaan di bidang kesehatan melalui Kabipaten Sehat dengan predikat Wistara.

“Ini ada ODF kita tahun depan sudah 100% ODF, sekarang itu tinggal hanya tinggal 50 lagi lah, 50 Kelurahan (dan desa) lagi ya, dilaksanakan tanggal 15 Januari,” ucap Bupati Garut.

Rudy menuturkan, dalam rangka penguatan desa ODF di Kabupaten Garut melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), pihaknya akan memberikan bantuan berupa barang yaitu paralon dan kloset duduk.

Baca juga   Guna Memantau Mobilitas Warga, Diskominfo Garut Pasang CCTV di 13 Titik

“Jadi kita minta kualitas yang kelas 1 (merek) Toto 10 ribu, dan kita akan ada sebanyak-banyaknya paralon, nanti paralon diperlukan berapa, nanti kita siapkan satu miliar,” ujar Rudy.

Ia berharap, seluruh masyarakat di Kabupaten Garut bisa memiliki jamban masing-masing. Ia juga menuturkan, pihaknya akan memperbaiki toilet khususnya milik warga miskin melalui _one home one toliet_.

“Yang OHOT _(One Home One Toilet)_ itu yang ODF itu, cuma kita ingin ada rumah tangga ini mendapatkan 10 ribu lah yang (miskin) ekstrem yang harus kita perbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya, Kecamatan Malangbong, Idis, menyambut baik adanya Deklarasi ODF, yang mana Desa Sukajaya sendiri juga merupakan salah satu desa yang bebas dari ODF pada tahun ini.

“Karena kemarin juga sudah dilakukan pemicuan yaitu langkah salah satunya kami menghilangkan tempat buang air besar kalau di kampung itu namanya _pacilingan_,” katanya.

Baca juga   DKP Garut lakukan disversifikasi Ketahanan Pangan Masyarakat.

Idis menyebutkan, saat ini pihaknya juga tengah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, berupa edukasi terkait larangan buang air besar sembarangan di desanya. Selain itu, Idis berharap di awal tahun 2022 pihaknya bisa segera memberikan bantuan _septic tank_ untuk masyarakat di desanya.

“Kami langsung action membuat salah satu percontohan _septic tank_ komunal itu, mudah-mudahan di akhir tahun atau di awal tahun 2022 desa sudah bisa menyiapkan beberapa _septic tank_ untuk masyarakat,” tandasnya.

Untuk saat ini, di Kabupaten Garut sendiri sudah ada 379 desa dan kelurahan yang sudah mendeklarasikan ODF, atau sekitar 85 persen dari total kelurahan dan desa yang ada di Kabupaten Garut.

Share :

Baca Juga

Birokrasi

IPI Gelar Olimpiade PPKn Ke-7 Tingkat Nasional

Birokrasi

Bupati Garut : Kami Menyatakan Bahwa Hari Natal Ini Terkendali

Birokrasi

DMI Garut, Diminta Antispasi Paham yang Menyimpang

Birokrasi

Seluruh Karyawan Perhutani Garut, Telah diIkutsertakan Program Jaminan Sosial

Birokrasi

Hendra Siswanto Nahkodai DPW Sekar Janten

Birokrasi

Wabup Garut Apresiasi Kenerja Lurah Kota Wetan

Birokrasi

Sambut reaktivasi Kereta Api, Wabup Garut Ciptakan Lagu Kereta Api Garut

Birokrasi

41 BUMDes di Garut, Ikuti Pelatihan Agen Laku Pandai  bjb BISA