WARTAGARUT.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut memborong sejumlah penghargaan sepanjang tahun 2025 berkat peningkatan signifikan dalam pelayanan publik, penguatan zona integritas, serta kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, yang diumumkan dalam Rapat Kerja Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, 27-29 Januari 2026.
Dalam ajang tersebut, Kemenag Garut meraih tiga kategori prestisius, yakni Kolaborasi Strategis Kankemenag dan Pemerintah Daerah, KUA Leles sebagai KUA Pelaksana Ekoteologi, serta MAN 1 Garut atas capaian Nilai Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI).
Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa reformasi birokrasi dan peningkatan mutu layanan yang dilakukan Kemenag Garut mulai membuahkan hasil nyata bagi masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran yang konsisten membangun budaya kerja profesional dan berintegritas.
“Prestasi ini bukan sekadar simbol, tetapi bukti bahwa pelayanan publik di lingkungan Kemenag Garut terus bergerak ke arah yang lebih baik, transparan, dan akuntabel,” ujar Saepulloh.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama, terutama dalam pelayanan keagamaan, pendidikan madrasah, dan administrasi masyarakat.
“Kami terus mendorong seluruh unit kerja untuk memberikan pelayanan cepat, ramah, dan bebas dari praktik yang merugikan masyarakat,” katanya.
H. Saepulloh menjelaskan, kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci keberhasilan Kemenag Garut dalam memperluas jangkauan program pelayanan.
“Sinergi lintas sektor memudahkan kami menjangkau masyarakat hingga ke tingkat kecamatan dan desa,” ucapnya.
Salah satu prestasi yang menjadi perhatian adalah penghargaan bagi KUA Leles sebagai pelaksana program ekoteologi. Program ini mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Melalui pendekatan tersebut, KUA Leles aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual.
Selain itu, MAN 1 Garut juga mencatatkan prestasi melalui capaian Nilai Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI). Capaian ini menunjukkan komitmen madrasah dalam membangun tata kelola yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.
Menurut Saepulloh, zona integritas menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah.
“Ketika integritas terjaga, pelayanan otomatis akan meningkat dan kepercayaan masyarakat semakin kuat,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif para guru, tenaga kependidikan, penghulu, penyuluh, serta seluruh pegawai Kemenag Garut.
Rapat Kerja Wilayah Kemenag Jawa Barat Tahun 2026 menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan program kerja ke depan.
Dalam forum tersebut, setiap daerah didorong untuk mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan inovasi pelayanan.
Kemenag Garut menargetkan penguatan digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi SDM, serta perluasan program moderasi beragama sebagai agenda prioritas pada 2026.
“Ke depan, kami tidak ingin berpuas diri. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata H. Saepulloh.
Dengan torehan prestasi tersebut, Kemenag Garut diharapkan mampu menjadi model pelayanan publik berbasis integritas, kolaborasi, dan profesionalisme di tingkat provinsi maupun nasional.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat peran Kemenag sebagai institusi yang hadir langsung menjawab kebutuhan umat dan masyarakat secara berkelanjutan.***
Penulis : Soni Tarsoni

















