WARTAGARUT.COM – Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut H. Indra Azwar Mawardi mengimbau seluruh jemaah umrah asal Indonesia, khususnya dari Garut, agar tetap tenang dan secara berkala memeriksa status penerbangan menyusul adanya potensi penyesuaian jadwal penerbangan internasional menuju Arab Saudi akibat perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut dari pemberitahuan resmi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia tertanggal 28 Februari 2026 mengenai dampak situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah terhadap operasional penerbangan internasional.
Indra Azwar Mawardi menjelaskan, sejumlah penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi mengalami penjadwalan ulang, penundaan, bahkan pembatalan.
Oleh karena itu, kata Ia, jemaah diminta memastikan kembali status penerbangan sebelum berangkat menuju bandara.
“Seluruh jemaah umrah Indonesia kami imbau tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai penerbangan serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU,” ujar H. Indra dalam wawancara di Kantor Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kabupaten Garut, pada Jumat, (5/3/2026).
Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah bersama perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak guna memastikan seluruh jemaah tetap aman dan mendapatkan pelayanan yang baik selama menjalankan ibadah.
H. Indra juga mengimbau agar Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji, KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh untuk memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada para jemaah.
Selain itu, keluarga jemaah di tanah air diharapkan tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi dari PPIU masing-masing.
“Komunikasi resmi melalui PPIU penting agar informasi yang diterima jemaah maupun keluarga benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata H. Indra.
Dalam imbauan yang sama, pemerintah juga mengingatkan seluruh warga negara Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah agar meningkatkan kewaspadaan dan tetap mematuhi arahan otoritas setempat.
Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di berbagai negara Timur Tengah terus menjalin komunikasi intensif dengan warga negara Indonesia yang berada di wilayah tersebut.
Bagi masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan atau transit di kawasan Timur Tengah, pemerintah menyarankan agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan hingga situasi dinilai lebih kondusif.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah juga membuka layanan hotline darurat bagi warga negara Indonesia yang membutuhkan bantuan di kawasan Timur Tengah melalui Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Indra Azwar Mawardi menegaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi serta memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah umrah Indonesia.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar jemaah tetap aman dan pelayanan ibadah berjalan dengan baik,” ujarnya.***
Penulis : Soni Tarsoni
















