WARTAGARUT.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahab Sihabudin, mendorong Muhammadiyah untuk mengambil peran lebih besar dalam mencetak pemimpin bangsa saat menghadiri Pengajian Silaturahim Ba’da Idul Fitri 1447 H yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Ahad (29/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ahab menyoroti kiprah Muhammadiyah di Kabupaten Garut yang dinilai telah memberikan kontribusi besar melalui berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Ia menyebutkan, Muhammadiyah di Garut telah memiliki lebih dari 180 amal usaha yang menjadi bukti nyata peran organisasi tersebut dalam pembangunan masyarakat.
“Kita tadi mendengar bagaimana kiprah Muhammadiyah di Garut ini sangat luar biasa. Sudah memiliki amal usaha yang sangat besar, lebih dari 180,” ujar Ahab.
Namun demikian, menurutnya, kontribusi Muhammadiyah tidak hanya berhenti pada sektor sosial dan pelayanan masyarakat, melainkan harus ditingkatkan hingga ke level kepemimpinan nasional.
Ahab menilai, kebutuhan bangsa saat ini tidak hanya pada program pembangunan, tetapi juga pada kehadiran pemimpin-pemimpin yang memiliki nilai, integritas, dan pengalaman seperti yang dimiliki kader Muhammadiyah.
“Yang lebih penting bagi Muhammadiyah adalah bagaimana memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa, salah satunya dengan melahirkan kader-kader yang menjadi pemimpin bangsa,” katanya.
Ia bahkan berharap, ke depan Muhammadiyah tidak hanya dikenal sebagai organisasi kemasyarakatan yang aktif di bidang sosial, tetapi juga mampu mewarnai sistem pemerintahan melalui kader-kader terbaiknya.
“Bagaimana kalau kiprah Muhammadiyah ini direfleksikan dalam bentuk negara, bukan hanya dalam bentuk sosial saja,” ujarnya.
Ahab juga menekankan pentingnya pembinaan kepemimpinan sejak dini di lingkungan Muhammadiyah agar kader-kadernya memiliki visi yang kuat dalam membangun bangsa.
Menurutnya, proses tersebut harus dimulai dari pendidikan, pembinaan karakter, hingga penguatan semangat kepemimpinan di kalangan generasi muda Muhammadiyah.
“Saya ingin Muhammadiyah sejak awal merintis bagaimana kader-kadernya punya visi kepemimpinan ke depan, ditanam dan dididik sejak dini,” tegasnya.
Ia berharap Muhammadiyah ke depan dapat menjadi kontributor terbesar dalam melahirkan pemimpin nasional yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih maju.
“Saya ingin Muhammadiyah menjadi kontributor terbesar kepemimpinan nasional Indonesia,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















