BMKG Peringatkan Cuaca Panas dan Hujan Lebat Masih Mengancam hingga Pertengahan Mei 2026

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG Peringatkan Cuaca Panas dan Hujan Lebat Masih Mengancam hingga Pertengahan Mei 2026

BMKG Peringatkan Cuaca Panas dan Hujan Lebat Masih Mengancam hingga Pertengahan Mei 2026

WARTAGARUT.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca yang tidak menentu.

Meski suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia mencapai 36,5 derajat Celsius, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan Mei 2026.

Fenomena ini terjadi saat Indonesia memasuki masa pancaroba. Dalam periode 7 hingga 10 Mei 2026, BMKG mencatat radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal akibat minimnya tutupan awan.

Kondisi tersebut menyebabkan suhu udara meningkat tajam di beberapa daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat.

Namun, BMKG menjelaskan cuaca terik justru dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan deras pada sore hingga malam hari, terutama di wilayah dengan kandungan uap air yang tinggi.

Data pengamatan menunjukkan curah hujan ekstrem tercatat di beberapa lokasi.

Sulawesi Tenggara mencatat 146,0 milimeter per hari, sementara Papua Tengah mencapai 143,2 milimeter per hari. Wilayah seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Aceh juga mengalami hujan lebat dengan intensitas lebih dari 60 milimeter per hari.

Menurut BMKG, kondisi ini dipicu oleh kombinasi beberapa gangguan atmosfer, antara lain Madden-Julian Oscillation, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity.

Selain itu, keberadaan Ex-Siklon Tropis Hagupit di utara Papua turut memperkuat pertumbuhan awan hujan di Indonesia bagian timur.

Memasuki pertengahan Mei, Monsun Australia diprakirakan mulai menguat.

Fenomena ini biasanya menjadi penanda awal musim kemarau karena membawa massa udara yang lebih kering.

Meski demikian, BMKG mencatat penguatan monsun tersebut berpotensi melemah kembali secara signifikan.

Jika itu terjadi, kandungan uap air di wilayah selatan Indonesia dapat meningkat dan memicu hujan kembali.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah daerah di Sulawesi dan Kalimantan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi banjir kilat, tanah longsor, dan genangan, terutama ketika hujan deras turun setelah cuaca panas yang berlangsung cukup lama.

Untuk mendapatkan informasi cuaca terbaru, masyarakat dapat memantau aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi pemerintah.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Ketua Umum PBNU Gus Yahya Kunjungi Al Musaddadiyah Garut, Teguhkan Sinergi Keulamaan dan Pendidikan Pesantren
CSR Astra Bangun 85 Rumah Gratis bagi Petani Kopi di Pakenjeng dan Cikajang
Hari Kartini 2026, Ketua TP PKK Cihurip Ajak Perempuan Tetap Optimistis
Dr. Agustine Merdekawati Ajak Perempuan Indonesia Terus Berkarya di Hari Kartini 2026
Ribuan Koi Meriahkan Garut Young Koi Show 2026, Peserta Datang dari Jakarta hingga Balikpapan
PDAM Tirta Intan Garut Bantu Perbaiki Rumah Ibu Novi, Kolaborasi Lawan Kemiskinan Ekstrem
Jaga Kontinuitas Layanan, Perumda Tirta Intan Garut Kirim Air ke Area Terdampak
Kuota Haji Jabar 2026 Turun Jadi 29.643, Masa Tunggu Kini Disamaratakan 26 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:44 WIB

BMKG Peringatkan Cuaca Panas dan Hujan Lebat Masih Mengancam hingga Pertengahan Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:29 WIB

Ketua Umum PBNU Gus Yahya Kunjungi Al Musaddadiyah Garut, Teguhkan Sinergi Keulamaan dan Pendidikan Pesantren

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:45 WIB

CSR Astra Bangun 85 Rumah Gratis bagi Petani Kopi di Pakenjeng dan Cikajang

Selasa, 21 April 2026 - 14:17 WIB

Hari Kartini 2026, Ketua TP PKK Cihurip Ajak Perempuan Tetap Optimistis

Selasa, 21 April 2026 - 14:02 WIB

Dr. Agustine Merdekawati Ajak Perempuan Indonesia Terus Berkarya di Hari Kartini 2026

Berita Terbaru

Universitas Garut dan BRIN Kembangkan Enzim Lokal untuk Industri Kulit

Perguruan Tinggi

Universitas Garut dan BRIN Kembangkan Enzim Lokal untuk Industri Kulit

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:59 WIB

error: Content is protected !!