Game adalah sebuah aktivitas hiburan yang sering dilakukan oleh kalangan remaja maupun anak-anak. Di era digital yang sudah serba canggih seperti sekarang ini game bukan hanya dijadikan sebagai tempat hiburan tetapi juga bisa dijadikan sebagai kegiatan untuk menghasilkan uang dan mencari pekerjaan.
Di kalangan para pelajar game sudah sangat lumrah dan sudah sangat sering dijadikan aktivitas untuk mengisi waktu luang. Akan tetapi, banyak orang juga yang berlebihan dalam bermain game yang membuatnya menjadi kecanduan dan merusak dirinya sendiri maupun masa depannya.
Zaman sekarang ini game tidak hanya sering di mainkan oleh kalangan remaja maupun dewasa, tetapi juga sudah menyebar luas kepada kalangan anak-anak. Banyak sekali anak-anak zaman sekarang ini yang tidak mau bersekolah bahkan malas untuk belajar karena kecanduan bermain game.
Bahkan banyak sekali kasus tindak kekerasan yang dilakukan karena kecanduan bermain game. Contohnya seperti membunuh orang tua karena tidak terima ditegur saat sedang bermain game yang akhirnya hidupnya dihabiskan di dalam jeruji besi.
Ada beberapa faktor yang membuat seseorang kecanduan game. Rasa bosan sering kali membuat kita bingung untuk melakukan kegiatan apa dan terkadang kita suka memilih untuk bermain game saat sedang merasa bosan.
Selain itu, pelarian dari masalah. Saat kita punya masalah kita suka bingung harus kemana dan bercerita kepada siapa, dan kita sadar tidak ada yang bisa di jadikan tempat untuk bercerita, sehingga bermain game menjadi cara untuk pelarian dari stress dan juga tekanan di kehidupan nyata.
Faktor lainnya ialah kurangnya kontrol diri, kesulitan dalam mengatur waktu dan membatasi diri saat bermain game.
Pengaruh lingkungan, teman sebaya atau komunitas yang juga kecanduan game pun dapat memengaruhi seseorang. Kemudian kurangnya aktivitas alternatif atau tidak ada kegiatan yang menarik ataupun produktif untuk dilakukan juga menjadi faktor penyebab kecanduan game.
Terakhir, terkait masalah psikologis, gangguan seperti depresi, kecemasan, stress, bisa membuat seseorang rentan kecanduan game.
Dampak dari kecanduan bermain game ini sangatlah berbahaya bagi diri kita sendiri. Terkadang jika kita tidak bisa mengontrol emosi kita saat bermain game maka akan merusak mental kita secara perlahan.
Kecanduan bermain game juga bisa merusak pola tidur dan bahkan tidak peduli jika tubuh pun butuh istirahat.
Kecanduan bermain game juga bisa membuat kita menjadi mudah marah, lupa waktu, malas belajar, malas melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat, malas berolahraga, malas bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, merusak mental health, tidak produktifitas, menjadi malas untuk berfikir, otak menyusut dan masih banyak lagi dampak negatif lainnya.
Oleh sebab itu, generasi muda harus bijak dan bisa mengatur waktu agar tidak masuk ke lingkaran setan yang sangat susah sekali untuk keluar.
Jika kita sudah kecanduan game pasti ada solusi yang bisa kita lakukan agar kita kembali produktifitas seperti biasanya.
Adapun solusi atau cara mengatasi kecanduan game di antaranya ialah pertama, membatasi waktu bermain, tetapkan durasi waktu bermain setiap hari maksimal 1-2 jam, dan patuhi aturan tersebut.
Kedua, mencari kegiatan alternatif, isi waktu luang dengan melakukan kegiatan alternatif seperti melakukan hobi, berolahraga, belajar, membaca atau melakukan kegiatan sosial.
Ketiga, meningkatkan kesadaran diri, pahami dampak negatif dari kecanduan bermain game, seperti gangguan kesehatan mental dan prestasi menurun, sehingga termotivasi untuk berubah.
Keempat, dukungan dari keluarga dan teman, libatkan orang terdekat untuk memberikan dukungan dan mengingatkan saat kita berlebihan bermain.
Kelima, membuat jadwal yang teratur, atur waktu harian agar seimbang antara bermain dan belajar, istirahat, bekerja dan hiburan. Keenam, konsultasi ke ahli, jika kecanduan kita sudah parah, cari bantuan dari psikologis atau konselor untuk menangani lebih lanjut.
Tetaplah bijak dalam mengatur waktu untuk bermain game, jangan sampai kita terjerumus ke dalam lingkaran setan. Kita harus ingat ada masa depan yang cerah yang sedang menunggu kita di depan sana, jika kita memiliki keinginan untuk berubah dan memperbaiki diri kita menjadi lebih baik lagi.
Penulis: M Rival Dimas Dwi Ardiansyah
(Siswa SMAN 19 Garut)









