Bupati Garut Soroti 200 Ribu Warga Terancam Tak Punya BPJS! Ini 2 Fokus Utama APBD Perubahan!

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut Soroti 200 Ribu Warga Terancam Tak Punya BPJS! Ini 2 Fokus Utama APBD Perubahan!

Bupati Garut Soroti 200 Ribu Warga Terancam Tak Punya BPJS! Ini 2 Fokus Utama APBD Perubahan!

WARTAGARUT.COM – Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan kembali komitmennya terhadap perlindungan rakyat miskin dan peningkatan layanan publik, hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Garut Masa Sidang III Tahun Sidang 2025 yang digelar pada Senin (28/07/2025).

Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin menyampaikan pandangan resmi pemerintah terhadap lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) serta perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2025.

Salah satu sorotan utama Bupati Syakur adalah Raperda inisiatif DPRD tentang Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin, yang dinilainya sangat penting dan sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berpihak pada rakyat kecil.

Baca Juga :  Disdukcapil Garut Luncurkan Inovasi Sepeda Siswa, Penuhi Hak Administrasi Kependudukan bagi Para Siswa

“Kami menyampaikan terima kasih atas persetujuan DPRD terhadap Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS APBD Tahun 2025. Ini adalah bentuk perhatian besar dewan terhadap program prioritas pemerintah,” ujar Bupati Garut, Syakur Amin.

“Kami berharap APBD Perubahan 2025 benar-benar difokuskan pada infrastruktur. Ini adalah keluhan utama warga, dan kami ingin menjawabnya dengan nyata,” tambahnya.

Tak hanya kegiatan fisik, ia meminta agar pokok-pokok pikiran DPRD juga diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di berbagai daerah terpencil.

Baca Juga :  200 Ribu BPJS PBI Dinonaktifkan, RS Medina Siapkan Layanan Darurat

Masalah serius lainnya adalah potensi ledakan permintaan layanan kesehatan, menyusul perubahan data DTSEN yang mengakibatkan sekitar 200 ribu warga Garut tak lagi terdaftar sebagai penerima BPJS.

“Ini sangat mengkhawatirkan. Perlu solusi cepat karena bisa berdampak pada akses pelayanan kesehatan. Pemerintah harus hadir untuk mereka,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap DPRD yang bersikap sabar dan konstruktif dalam proses penyempurnaan dokumen anggaran.

“Kami sangat menghargai masukan, koreksi, dan catatan dari DPRD melalui Forum Banggar. Ini bentuk kolaborasi demi kebaikan bersama,” tutupnya.

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan
7 Agenda Utama Warnai Hari Jadi Garut ke-213 Tahun 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
Zakat Fitrah Garut 2026 Resmi Ditetapkan Rp40.500, Ini Keputusan Lengkap BAZNAS
Kemenag Garut Uji Calon Kepala KUA, H. Saepulloh: Pelayanan Umat Harus Lebih Profesional
Kepala Kemenag Garut: Rakerda Penentu Keberhasilan Program 2026
70 Ribu Warga Garut Dicoret dari PBI, Bupati Syakur Amin Minta Layanan Kesehatan Tetap Jalan
Disdukcapil Garut Luncurkan Inovasi Sepeda Siswa, Penuhi Hak Administrasi Kependudukan bagi Para Siswa
Kemenag Garut Borong Penghargaan 2025, Pelayanan Publik dan Zona Integritas Melesat
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:05 WIB

Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan

Rabu, 11 Februari 2026 - 10:20 WIB

7 Agenda Utama Warnai Hari Jadi Garut ke-213 Tahun 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:17 WIB

Kemenag Garut Uji Calon Kepala KUA, H. Saepulloh: Pelayanan Umat Harus Lebih Profesional

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:19 WIB

Kepala Kemenag Garut: Rakerda Penentu Keberhasilan Program 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:01 WIB

70 Ribu Warga Garut Dicoret dari PBI, Bupati Syakur Amin Minta Layanan Kesehatan Tetap Jalan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!