WARTAGARUT.COM – Dalam semangat syiar Islam yang terus menyala, Yayasan Masyarakat Garut Sauyunan (MGS) kembali menyalurkan 170 mushaf Al-Qur’an dan 75 Iqro serta santunan untuk anak yatim dan dhuafa.
Bantuan wakaf Al Qur’an itu disalurkan ke Pondok pesantren Ariful Huda, Kampung. Negara tengah, Desa Cimanganten Kecamatan Tarogong kaler Kabupaten Garut. pada Kamis 31 Juli 2025.
Acara penuh makna ini digelar bersama Komandan Kodim 0611/Garut, Letkol Inf Andrik Fachrizal, dan berlangsung khidmat di wilayah Kecamatan Tarogong.
Ketua MGS, Akhyarudin, MM., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yayasan dalam rangka syiar, sekaligus bentuk kepedulian terhadap santri tahfidz, yatim, dan masyarakat pelosok.
“Ini bagian dari syiar Islam. Al-Qur’an disalurkan untuk para penghafal, anak-anak yatim, dan pesantren tahfidz.
Sumbernya dari para donatur, salah satunya KH. Ali Badri bin Achmad Zaini yang telah mewakafkan sangat banyak,” ungkap Ustadz Akhyarudin.
Selama 11 tahun perjalanan, tercatat bahwa melalui KH. Ali Badri sendiri telah tersalurkan 21.000 mushaf, dan jika digabung dengan donatur lainnya, total mencapai hampir 190.000 mushaf Al-Qur’an.
Bantuan ini disebar ke berbagai daerah, mulai dari Garut, Tasikmalaya, hingga pelosok Cianjur.
Fokus utamanya adalah pesantren tahfidz di pelosok yang jarang tersentuh bantuan.
“Kami juga menyiapkan program beasiswa berbasis hafalan. Anak SD dengan 3 juz, SMP 4 juz, dan SMA 8 juz bisa dapat beasiswa dari kami,” tambahnya.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari penerima manfaat.
Ustadz Ahmad Hamdani, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ariful Huda di Kampung Negara Tengah, Tarogong, menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat berterima kasih kepada MGS. Al-Qur’an dan santunan ini sangat berarti untuk para santri dan anak-anak yatim kami.”katanya
Sementara itu, Letkol Inf Andrik Fachrizal, dalam sambutannya memberikan pesan menyentuh kepada para anak-anak yatim yang hadir.
Ia membagikan kisah pribadinya yang kehilangan ayah sejak kecil, namun tetap bisa sekolah dan bekerja karena doa dan perjuangan sang ibu.
“Kalian adalah calon pemimpin bangsa. Tidak ada yang tidak mungkin selama kalian belajar, berusaha, dan terus membaca Al-Qur’an. Saya pun merasakannya, membaca Al-Qur’an membawa hikmah dalam hidup saya,” tutur Dandim dengan suara penuh haru.***
Penulis : Soni Tarsoni









