WARTAGARUT.COM – Dharma Wanita Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, bersama Yayasan Naraloka mengadakan edukasi dan pelatihan kepada sekitar 30 pelaku umkm.
Ketua Dharma Wanita Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Eka Ariyanti Prima Wigena (Eka Jujun), menekankan fokus utama pada pengelolaan limbah menjadi barang yang memiliki nilai manfaat.
“Edukasi ini mengajarkan UMKM bagaimana menghasilkan ekobrik dari bekas kemasan makanan yang tidak bisa dimanfaatkan dan ekoenzim dari sisa sampah rumah tangga, terutama buah-buahan. Kami juga memanfaatkan minyak jelantah untuk membuat sabun cuci dan lilin aromaterapi dengan crayon sebagai pewarna,” ungkap Eka Jujun saat wawancara dengan WartaGarut.com di Kantor DLH Garut pada Kamis, 11 Januari 2024.
Menurut Eka Jujun, saat ini produk UMKM hasil kegiatan edukasi belum dipasarkan karena tujuannya lebih pada memberikan contoh kepada ibu rumah tangga tentang pengelolaan limbah sampah.
“Kami ingin memberdayakan masyarakat, dan saat ini produk baru digunakan sebagai contoh. Apakah mereka akan membuatnya sendiri di rumah atau membagikannya pada teman-teman yang membutuhkan edukasi,” jelasnya.
Eka Jujun juga menyampaikan bahwa kegiatan Dharma Wanita DLH tidak hanya mengedukasi, tetapi juga memberdayakan melalui program aquaponik dan digitalisasi pengelolaan sampah.
“Kedepannya, rencananya akan dibuat produk hasil UMKM untuk dipasarkan secara luas,” tambahnya dengan penuh harapan.
Hal Senada disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, ST, MT, terkait edukasi pengelolaan sampah. “Dharma Wanita memberikan materi edukasi tentang cara memanfaatkan sisa jelantah untuk diolah menjadi produk bernilai lebih tinggi,” ujarnya.
Menurut Jujun Juansyah Nurhakim, Dalam program dari Dharma Wanita LH tidak hanya memberikan edukasi di lokasi tertentu, namun juga secara proaktif mengundang beberapa sekolah dan komunitas lain untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang manfaat dari edukasi pengelolaan sampah.
Ia menerangkan bahwa Salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang pemanfaatan limbah rumah tangga.
Ia mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah, terutama dalam hal pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang dapat memiliki nilai ekonomis.
“Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi salah satu poin penting dalam upaya kami untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli lingkungan,” jelas Jujun Juansyah Nurhakim.(soni)***











