WARTAGARUT.COM – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Barat (DPW PKB Jabar) resmi membentuk Tim Ad Hoc dan tim asistensi untuk menata ulang struktur Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) se-Jawa Barat, termasuk Kabupaten Garut.
Penataan ini ditandai dengan digelarnya agenda Pra Musyawarah Anak Cabang (Pra Musancab) yang berlangsung mulai 27 Juli 2025.
Ceng Malki, anggota Tim Ad Hoc berdasarkan surat tugas resmi, menyatakan langkah ini mengikuti arahan Ketua dan Sekretaris DPW PKB Jabar untuk persiapan DPAC baru jelang Musancab.
Ceng Malki, yang ditunjuk sebagai Tim Ad Hoc berdasarkan surat tugas resmi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari arahan langsung Ketua dan Sekretaris DPW PKB Jawa Barat untuk mempersiapkan DPAC baru menjelang Musancab.
“Pra Musancab ini adalah gerbang awal menuju perubahan. Kami tidak menghapus semuanya, tapi mempertahankan yang baik dan memperbaiki yang belum maksimal,” tegas Ceng Malki, yang juga anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Barat.
Ia menambahkan bahwa masa berlaku kepengurusan DPAC PKB se-Jawa Barat berakhir pada Juni 2025, dan kini saatnya dilakukan penataan dengan melibatkan seluruh unsur: DPC, anggota dewan terpilih, dan kader PKB di tiap kecamatan.
Dalam proses penyaringan calon pengurus DPAC, Tim Ad Hoc memberikan kewenangan bagi DPAC, DPC, dan fraksi untuk mengajukan rekomendasi.
Nama-nama tersebut akan diseleksi dan diajukan ke DPW sebanyak 15–25 orang per DPAC, dengan minimal 3–5 orang dari unsur perempuan.
“Kalau ada perempuan yang berpaham PKB dan berani bertanggung jawab, DPW akan kasih karpet merah untuk jadi Ketua DPAC,” ujar Ceng Malki.
Ceng Malki mengungkapkan bahwa syarat utama bagi calon Ketua dan Sekretaris DPAC adalah usia maksimal 35 tahun.
“Kalau tak ada, boleh diisi kader maksimal usia 37 tahun,” ujarnya.
Ia menegaskan, Ketua DPAC tak sekadar simbol administratif, tapi harus jadi “Google Maps”-nya PKB di tingkat kecamatan.
“Ketua DPAC harus dikenal di kalangan PKB minimal, dan di NU secara maksimal. Kita sedang mencari kader yang bisa menjadi mesin partai, bukan hanya pelengkap struktur,” lanjutnya.
Ceng Malki menerangkan bahwa Pra Musancab dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni Zona Utara pada 27 Juli dan Zona Selatan pada 29 Juli 2025, dengan target selesai maksimal akhir Agustus. Seluruh kader dan tokoh masyarakat diminta berperan aktif mencari figur terbaik dari tiap kecamatan.
“Kita ingin Garut kembali menjadi lumbung suara PKB. Mulai dari PAC yang hidup dan solid. Dari sekarang kita harus siapkan calon legislatif yang kuat untuk DPRD Garut dari tingkat PAC,” pungkas Ceng Malki.***
Penulis : Soni Tarsoni










