Dr. H. Hadiat Sebut STIKes Karsa Husada Garut Segera Buka Prodi Gizi dan Siap Naik Status Jadi Institut

Selasa, 19 Agustus 2025 - 19:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. H. Hadiat Sebut STIKes Karsa Husada Garut Segera Buka Prodi Gizi dan Siap Naik Status Jadi Institut

Dr. H. Hadiat Sebut STIKes Karsa Husada Garut Segera Buka Prodi Gizi dan Siap Naik Status Jadi Institut

WARTAGARUT.COM– Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut (SKHG) mencetak capaian penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi bidang kesehatan.

Melalui Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar pada kegiatan Pengenalan Program Studi (PPS) Mahasiswa Baru STIKes Karsa Husada Garut  Tahun Akademik 2025/2026, Selasa (19/8/2025) di Kampus II SKHG, Jalan Nusa Indah, Tarogong Kidul, tercatat sebanyak 752 mahasiswa baru resmi diterima dari total pendaftar lebih dari seribu orang.

Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), Dr. H. Hadiat, M.A., menegaskan bahwa angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 600 mahasiswa.

Peningkatan ini, menurutnya, menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan yang ditawarkan STIKes Karsa Husada Garut.

“Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan. Dari sekitar 600 mahasiswa di tahun lalu, kini kami bisa menerima 752 mahasiswa baru dari 8 program studi. Namun bagi kami, bukan kuantitas yang utama, melainkan kualitas lulusan yang betul-betul siap bekerja,” ujar H. Hadiat.

Baca Juga :  Starter Persib Bandung vs Dewa United: Dado Kapten, Sekulic Ujung Tombak

Fokus pada Mutu dan Kesiapan Kerja

H. Hadiat menekankan, tanggung jawab STIKes Karsa Husada Garut tidak hanya menerima mahasiswa dalam jumlah besar, tetapi juga memastikan mereka lulus dengan kompetensi teknis dan kepribadian yang matang.

STIKes Karsa Husada Garut mewujudkan hal itu dengan memperkuat fasilitas laboratorium, menambah jumlah tenaga dosen, serta menjalin kerja sama dengan lahan praktik di luar kampus.

“Sebagai kampus vokasi, mahasiswa STIKes Karsa Husada Garut  harus lebih banyak belajar di laboratorium dan lahan praktik. Karena itu kami terus meningkatkan sarana, menambah dosen, serta memperluas jaringan kerjasama agar mahasiswa benar-benar siap saat terjun ke dunia kerja,” jelasnya.

Menuju Institut, Tambah Prodi Gizi

STIKes Karsa Husada Garut tidak berhenti di situ. Kampus ini tengah memproses peningkatan status kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut, bahkan menargetkan diri ke depan sebagai universitas.

Pemerintah sudah melakukan visitasi, sementara pihak yayasan kini tengah melengkapi berbagai persyaratan.

Baca Juga :  Wisuda ke-29 IKKHG, Ketua Pembina YDHIG Soroti Rencana Fakultas Kedokteran Gigi

Selain itu, SKHG juga mengajukan pembukaan Program Studi S1 Gizi, mengingat kebutuhan tenaga gizi semakin tinggi sejalan dengan program nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami ingin pendidikan tinggi yang kami jalankan selalu berbasis kebutuhan masyarakat dan pemerintah. Dengan begitu, kontribusi nyata terhadap dunia kesehatan dan pembangunan daerah bisa lebih besar,” tambah H. Hadiat.

Klinik dan Asrama ala Pesantren

Sebagai bentuk inovasi, SKHG juga tengah merintis pembangunan klinik kesehatan yang multifungsi, yakni sebagai pusat layanan masyarakat sekaligus laboratorium pendidikan mahasiswa.

Selain itu, direncanakan pula pembangunan asrama mahasiswa tahun pertama dengan konsep mirip pesantren.

“Asrama ini bukan sekadar tempat tinggal, tapi pusat pembinaan. Mahasiswa baru kami bimbing agar sukses bertransisi, cerdas akademis, berkepribadian baik, dan siap survive di masyarakat.” tutur H. Hadiat.

Ia berharap STIKes Karsa Husada Garut terus menjadi pintu terakhir yang membekali generasi muda dengan ilmu, keahlian, dan akhlak mulia sebelum terjun ke masyarakat.

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekretaris Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI Lepas Keberangkatan Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir Bersama PAAM Jabar
Wamendikdasmen Tekankan Partisipasi Publik dalam Revisi UU Sisdiknas
Wisuda ke-29 IKKHG, Ketua Pembina YDHIG Soroti Rencana Fakultas Kedokteran Gigi
IKKHG Wisuda 560 Lulusan, Rektor Ungkap Prodi Akreditasi Unggul dan Rencana Buka FKG
H. Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG untuk Perkuat SDM Kesehatan
Ketua Pembina YDHIG Ungkap Hasil Visitasi FKG IKKHG, Target Pembukaan Tahun 2027
PDM Garut Dukung Seruan Muhammadiyah Hormati Putusan MK, Ini Pesan Pentingnya
ILUNI ONE Garut Gelar Pasanggiri Jaipong dan Lomba Lagu Antar Angkatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Sekretaris Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI Lepas Keberangkatan Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir Bersama PAAM Jabar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Wamendikdasmen Tekankan Partisipasi Publik dalam Revisi UU Sisdiknas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Wisuda ke-29 IKKHG, Ketua Pembina YDHIG Soroti Rencana Fakultas Kedokteran Gigi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:46 WIB

IKKHG Wisuda 560 Lulusan, Rektor Ungkap Prodi Akreditasi Unggul dan Rencana Buka FKG

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:39 WIB

H. Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG untuk Perkuat SDM Kesehatan

Berita Terbaru

Ilustrasi masyarakat memeriksa status bantuan sosial melalui portal resmi Cek Bansos Kemensos.

EKONOMI

Cek Bansos BPNT 2026: Link Resmi dan Cara Cek Pakai NIK

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:38 WIB