Halal Bihalal IDI Garut, Bupati Syakur Amin Tegaskan Fokus pada Kesehatan dan Pendidikan!

Senin, 12 Mei 2025 - 14:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Halal Bihalal IDI Garut, Bupati Syakur Amin Tegaskan Fokus pada Kesehatan dan Pendidikan!

Halal Bihalal IDI Garut, Bupati Syakur Amin Tegaskan Fokus pada Kesehatan dan Pendidikan!

WARTAGARUT.COM  – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Halal Bihalal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Garut yang digelar di Jalan Cimanuk Muara Sanding No.7, Kecamatan Garut Kota, pada Sabtu (10/5/2025).

Momen silaturahmi ini dimanfaatkan Bupati untuk menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan dan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan kualitas hidup masyarakat Garut.

Dalam sambutannya, Syakur menyampaikan bahwa terdapat tiga isu prioritas yang menjadi perhatian utama pemerintahannya, yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Ia secara khusus menyoroti pelayanan kesehatan yang belum merata, terutama bagi warga Garut yang belum terdaftar dalam BPJS Kesehatan.

“Ketika saya dipilih menjadi Bupati Garut, yang saya datangi BPJS. Saya sedih kalau ada orang sakit tidak dilayani dengan baik karena belum terdaftar,” ungkapnya.

Bupati menekankan bahwa untuk mempermudah akses layanan, Garut harus mencapai cakupan kepesertaan BPJS di atas 80% serta Universal Health Coverage (UHC) hingga 98%.

Baca Juga :  Milad 1 Tahun PT Surya Garut Abadi, Muhammadiyah Garut Dorong Bisnis Berkelanjutan

Ia mengajak seluruh anggota IDI Garut untuk bersinergi dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat secara bertahap.

Di sisi lain, Pembina IDI Cabang Garut menyampaikan beberapa usulan strategis kepada pemerintah daerah. Salah satunya adalah pemberian beasiswa kedokteran untuk mengatasi kekurangan tenaga medis di wilayah terpencil seperti Kecamatan Cikelet, yang hingga kini belum memiliki dokter umum.

“Contoh wilayah Cikelet tidak ada dokter, maka sebaiknya disekolahkan dan diangkat,” usulnya.

Pembina IDI juga menyoroti minimnya jumlah dokter spesialis di Garut dan berharap adanya anggaran khusus untuk pendidikan lanjutan bagi dokter.

Terkait layanan BPJS Kesehatan, ia mengingatkan pentingnya komitmen semua pihak yang telah menandatangani MoU agar benar-benar dijalankan dengan baik.

Baca Juga :  Penyebab Banjir Bandang Nepal Mulai Terungkap, Gletser Runtuh Jadi Sorotan

Menurutnya, masih banyak kendala akses pelayanan tingkat lanjutan di rumah sakit yang justru menyulitkan pasien.

“Harusnya sistem itu mempermudah, bukan malah mempersulit,” tegasnya.

Sebagai catatan, ia menyinggung pembangunan RSUD Pameungpeuk yang pernah tersendat karena keterbatasan anggaran dari APBD, dan menilai bahwa pelayanan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan dana pusat atau daerah.

Menutup pernyataannya, Pembina IDI menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut masih berada di angka 74,8%. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan sebagai salah satu kunci untuk mendorong Garut menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera.

Acara Halal Bihalal IDI Cabang Garut ini menjadi wadah silaturahmi strategis antara dokter dan pemerintah daerah serta menjadi forum untuk menyampaikan aspirasi dan solusi konkret dalam rangka peningkatan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Garut.

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

9 Nama Masuk Seleksi Awal Sekda Garut, Bupati Belum Buka Identitas Kandidat
Kasus Rekening Donasi Pati: Benarkah Bank Bisa Blokir Saldo Nasabah?
Polres Garut dan PLN Resmikan SPKLU, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Prof. Haedar Nashir Raih Achmad Bakrie 2026, Ini Tanggapan PDM Garut
Kepala Kemenag Garut: 14 Kepala KUA Dilantik, Semua Jabatan Kini Terisi
Dr Saepulloh Pamit, Kepala MAN 1 Garut Ungkap Kesan 3 Tahun Kepemimpinan
Dr. Saepulloh Pamit, Ini Harapan untuk Kemenag Garut di Bawah Pimpinan Baru
Kekeringan Mulai Dipetakan, Camat Karangpawitan Sebut 3-4 Desa Berpotensi Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:03 WIB

9 Nama Masuk Seleksi Awal Sekda Garut, Bupati Belum Buka Identitas Kandidat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Kasus Rekening Donasi Pati: Benarkah Bank Bisa Blokir Saldo Nasabah?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Polres Garut dan PLN Resmikan SPKLU, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Prof. Haedar Nashir Raih Achmad Bakrie 2026, Ini Tanggapan PDM Garut

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Kepala Kemenag Garut: 14 Kepala KUA Dilantik, Semua Jabatan Kini Terisi

Berita Terbaru