HUT ke-80 PGRI, Aceng Malki Soroti Kesenjangan Kebijakan dan Realitas Guru di Garut

Selasa, 25 November 2025 - 08:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

HUT ke-80 PGRI, Aceng Malki Soroti Kesenjangan Kebijakan dan Realitas Guru di Garut

HUT ke-80 PGRI, Aceng Malki Soroti Kesenjangan Kebijakan dan Realitas Guru di Garut

WARTAGARUT.COM – Dalam momentum HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN)2025, anggota Komisi V DPRD Jawa Barat H. Aceng Malki menegaskan perlunya pemerintah segera meluruskan polemik penghapusan Korwil Pendidikan di Garut, memperkuat kompetensi guru, dan memastikan pemerataan akses pendidikan terutama di wilayah terpencil.

Aceng menyampaikan hal itu setelah menerima banyak keluhan dari guru terkait kebingungan status Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan yang disebut “dibebastugaskan” oleh Bupati, namun belum disertai SK resmi.

Aceng Malki menilai penghapusan Korwil Pendididkan berpotensi mengganggu stabilitas layanan pendidikan di lapangan, terutama di Garut Selatan, yang sangat bergantung pada peran Korwil sebagai penghubung antara sekolah dan pemerintah.

“Guru di bawah itu sangat bergantung kepada Korwil, terutama di daerah terpencil. Pemerintah harus menjelaskan agar tidak ada keresahan,” ujar H. Aceng Malki.

Menanggapi rencana Pemkab Garut menggelar Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi sekitar 1.700 guru, Aceng Malki mendukung langkah peningkatan kapasitas, namun mengingatkan agar kebijakan tidak menambah beban administratif.

Baca Juga :  Aris Munandar Lepas Kontingen Porsadin Garut, Target Juara Umum

“Guru itu bukan hanya mengajar. Mereka mengurus administrasi, kehadiran, penilaian, komunikasi dengan orang tua, dan tugas-tugas tambahan. Kalau UKBI dilaksanakan, pastikan ada manfaat konkret, bukan sekadar formalitas,” ujar Aceng.

Ia menilai peningkatan literasi dan kemampuan bahasa menjadi fundamental, tetapi harus diimbangi dengan penyederhanaan beban nonmengajar.

Terkait penerapan absensi guru yang lebih ketat dan rencana kurikulum soft skill, Aceng Malki menyebut konsepnya baik, namun implementasinya harus realistis.

“Sekolah di kota berbeda dengan sekolah di pegunungan. Jangan sampai satu aturan diberlakukan sama tanpa melihat kondisi geografis, akses internet, dan sarana pendukung,” katanya.

Ia menilai kurikulum soft skill sangat penting untuk membangun karakter siswa, tetapi sekolah di pedesaan harus mendapat pendampingan dan sumber daya tambahan.

Ceng Malki juga menyoroti pernyataan Dinas Pendidikan yang menyebut 92 persen guru PAUD belum memiliki sertifikat pendidik.

Baca Juga :  Starting XI Persib vs Melbourne Victory, Teja Paku Alam Absen

“Ini persoalan serius. Pemerintah wajib mempercepat pendidikan profesi guru, bukan sekadar menuntut kualitas tanpa memberi akses peningkatan profesionalisme.”

Menurutnya, guru PAUD merupakan fondasi masa depan anak, sehingga pembinaan mereka harus diprioritaskan.

Ceng Malki  juga menyoroti tantangan geografis Garut yang luas dan berbukit, membuat guru di wilayah terpencil menghadapi hambatan transportasi, logistik, hingga kurangnya fasilitas pelatihan.

“Guru di daerah terpencil itu bekerja dua sampai tiga kali lebih berat. Mereka butuh afirmasi khusus, bukan hanya tuntutan,” kata Aceng.

Menurutnya, penghapusan Korwil justru bisa memperlebar jarak antara sekolah remote area dan pemerintah.

H. Aceng Malki menegaskan bahwa peringatan HUT PGRI dan HGN bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk mengevaluasi kebijakan secara substantif dan memastikan guru mendapat perlindungan, pembinaan, dan penghargaan yang layak.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aris Munandar Lepas Kontingen Porsadin Garut, Target Juara Umum
Hari Santri Nasional 2026, Subhan Fahmi Dorong Penguatan Pesantren
Reses Subhan Fahmi di Cisurupan Garut, Data Bansos dan BPJS PBI Disorot
Reses Ihat Solihat, Warga Apresiasi Aspirasi yang Mulai Terealisasi
PKB Garut Tegaskan Kawal Pemerintahan Syakur-Putri hingga Akhir Jabatan
Fraksi PKS Garut Kunjungi Posko Korban Kapal Virgo 8, Yusup Musyaffa Sampaikan Belasungkawa
Subhan Fahmi Tampung 14 Aspirasi Buruh, DPRD Garut Dorong Raperda Ketenagakerjaan
Peduli Korban Kebakaran, H. Aceng Malki Salurkan Bantuan di Cigedug

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Aris Munandar Lepas Kontingen Porsadin Garut, Target Juara Umum

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Subhan Fahmi Dorong Penguatan Pesantren

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Reses Subhan Fahmi di Cisurupan Garut, Data Bansos dan BPJS PBI Disorot

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Reses Ihat Solihat, Warga Apresiasi Aspirasi yang Mulai Terealisasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:39 WIB

PKB Garut Tegaskan Kawal Pemerintahan Syakur-Putri hingga Akhir Jabatan

Berita Terbaru

Ucapan Sumpah Pemuda 2026

UCAPAN DAN TWIBBON

Ucapan Sumpah Pemuda 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 08:10 WIB

Plt Kepala MAN 1 Garut berfoto bersama siswi usai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di ruang komputer MAN 1 Garut, Jalan Jend. Ahmad Yani Koropeak, Suci, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Selasa (27/10/2026).

PENDIDIKAN

MAN 1 Garut Siapkan 348 Siswa Hadapi TKA 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:51 WIB