Home / Birokrasi / Sosial Budaya

Selasa, 14 Juni 2022 - 13:34 WIB

Jalankan Arahan Presiden, PLN Jaga Daya Beli Masyarakat dan Lindungi Pelanggan Listrik Subsidi

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo

WARTA GARUT – Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional, penyesuaian tarif listrik (tariff adjusment) hanya diberlakukan kepada kelompok masyarakat mampu yaitu pelanggan rumah tangga dengan daya 3.500 Volt Ampere (VA) ke atas. Sementara untuk pelanggan rumah tangga dengan daya di bawah 3.500 VA, bisnis dan industri, tidak mengalami perubahan tarif.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan berkomitmen menjalankan arahan Presiden Jokowi untuk menjaga daya beli masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. Penyesuaian tarif listrik diberlakukan kepada masyarakat mampu agar penyaluran kompensasi listrik lebih tepat sasaran demi mewujudkan energi berkeadilan.

“Kalau ada bantuan dari pemerintah, filosofisnya harus tepat sasaran dan hanya menyasar kepada keluarga yang berhak menerima bantuan,” katanya.

Sebelumnya, dalam kurun 2017 – 2022, pemerintah melalui PLN telah menggelontorkan subsidi listrik senilai Rp 243 triliun, dan kompensasi senilai Rp 94 triliun. Darmawan menjelaskan, total kompensasi yang selama ini diberikan untuk masyarakat mampu mencapai Rp 4 triliun.

Baca juga   Ekonomi Indonesia Mulai Bangkit, PLN Catat Kenaikan Penjualan Listrik

Hal ini menjadi landasan pemerintah untuk menyesuaikan tarif listrik pelanggan rumah tangga 3.500 VA ke atas. “Ini bukan kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif listrik. Penekanannya proses ini mengoreksi bantuan pemerintah yang harusnya tepat sasaran, kali ini dinikmati kelompok mampu. Ini perlu direalokasi untuk mendukung program pemerintah yang menyasar ekonomi lemah,” jelas Darmawan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan laju inflasi agar tetap rendah. Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Menurut Darmawan, Presiden juga ingin sektor bisnis dan industri yang menjadi penopang perekonomian nasional terus berjalan sangat kokoh. Untuk itu, pemerintah pun tak menyesuaikan pelanggan bisnis dan industri.

Baca juga   Bupati Garut : Kenaikan BBM Sangat Memberatkan Masyarakat

“Arahan Presiden jelas, tidak ada perubahan bagi tarif listrik untuk industri dan bisnis dalam skala daya apapun yang terpasang. Ini bentuk kepedulian pemerintah agar ekonomi nasional yang ditopang industri dan bisnis bisa tetap berjalan dengan sangat kokoh,” tambah Darmawan.

Menyikapi Hal tersebut, Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan 3 (PLN UP3) Garut Nurhidayanto Nugroho (Manager PLN Garut), mendukung peunh dan siap menjalankan keputusan dan kebijakan pemerintah .

“ Kami dilapangan siap merealisasikan kebijakan dari pemerintah pusat, sesuai arahan bapak Presiden,”ujarnya.

Menurut dia, Penyesuaian tarif listrik diberlakukan kepada masyarakat mampu agar penyaluran kompensasi listrik lebih tepat sasaran demi mewujudkan energi berkeadilan.

“ Program ini sanga tepat, karena untuk stabilitas ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional,”katanya.

Share :

Baca Juga

Birokrasi

Pemkab Garut Luncurkan Program Bantuan Sembako

Birokrasi

Proporsi Jumlah Dokter di Garut, Belum Seimbang.

Birokrasi

Bupati Garut Tanggapi Wacana Penghapusan Honorer

Birokrasi

Pemkab Garut Akan Beli Saham Bank BJB Senilai 6 Miliar Rupiah

Birokrasi

PDAM Garut Lakukan Antisipasi, Pasca Intake Rusak Diterjang Banjir

Birokrasi

Pemkab Garut Umumkan Cuti Lebaran Bagi ASN

Birokrasi

Perbup Garut No.35 Tahun 2020, Mengatur tentang Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Birokrasi

Pemkab Garut, Anggarkan 1,6 M untuk Bangun Jembatan Wareng di Pakenjeng