WARTAGARUT.COM – Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), Dr. H. Hadiat, M.A., menekankan pentingnya penataan organisasi dan penguatan karakter mahasiswa sebagai langkah awal kepemimpinan baru STIKes Karsa Husada Garut periode 2025–2029.
Hal itu disampaikan usai melantik Dr. Iwan Wahyudi, S.Kep., M.Kep. sebagai Ketua STIKes Karsa Husada Garut di Aula Kampus 1, Kamis (4/9/2025).
“Alhamdulillah, akhirnya kita sudah memiliki pimpinan baru. Proses pemilihan berjalan baik dan demokratis. Dari tiga calon, semuanya bagus, tetapi Pak Iwan memiliki sedikit keunggulan yang akhirnya terpilih,” ujar H. Hadiat.
Ia menegaskan bahwa semua pihak perlu mensyukuri perubahan kepemimpinan sebagai hal yang wajar. Namun, Ketua baru tidak bisa bekerja sendirian.
“Saya pesankan agar tetap menjalin kerja sama dengan semua pihak sehingga apa yang menjadi harapan kita bisa tercapai bersama,” katanya.
Menurut H. Hadiat, langkah awal yang paling mendesak adalah penataan struktur organisasi dan SDM, apalagi beberapa pejabat struktural sudah habis masa jabatannya pada akhir Agustus 2025.
“Kita serahkan kepada Ketua baru apakah akan melanjutkan dengan SDM yang ada atau melakukan rotasi. Yang penting sesuai kebutuhan dan objektif,” tegasnya.
Selain penataan organisasi, ia juga menyoroti program kelembagaan, termasuk proses alih bentuk STIKes menjadi Institut serta penambahan prodi baru, yaitu Gizi.
Ia berharap catatan hasil verifikasi yang masih menjadi kendala bisa segera diselesaikan.
Lebih jauh, H. Hadiat menekankan perlunya penguatan soft skill mahasiswa, selain kemampuan teknis di bidang kesehatan.
“Seorang perawat tidak cukup hanya pandai merawat, tetapi juga harus punya kemampuan komunikasi agar pasien merasa nyaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan soft skill hanya bisa berhasil jika dosen juga memiliki karakter dan keteladanan yang baik.
Karena itu, perlu ada pembinaan dosen melalui pelatihan, bahkan kerja sama dengan institusi dari luar negeri.
“Perguruan tinggi adalah gerbang terakhir sebelum mahasiswa terjun ke dunia nyata. Di sinilah kesempatan emas untuk membekali mereka, tidak hanya dengan kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan kepribadian yang kuat agar bisa berkontribusi nyata bagi bangsa,” pungkasnya.
Penulis : Soni Tarsoni














