WARTAGARUT.COM – Semangat dan haru menyatu di arena Pekan Paralympic Kabupaten (PEPARKAB) I Kabupaten Garut yang diselenggarakan oleh NPCI Kabupaten Garut, di SOR RAA Adiwidjaya Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Senin (29/12/2025).
Ajang perdana ini menjadi panggung pembuktian bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.
Sebanyak 125 atlet disabilitas dari 22 kecamatan se-Kabupaten Garut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Sorak sorai, tepuk tangan, dan dukungan penuh mengiringi setiap langkah atlet yang hadir membawa mimpi, keberanian, dan tekad untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Di antara peserta, SLB Al Mashduqi tampil sebagai salah satu sekolah yang berpartisipasi aktif, khususnya pada cabang olahraga para atletik.
Bagi para santri murid, keikutsertaan dalam PEPARKAB I bukan semata ajang kompetisi, melainkan ruang pembelajaran untuk menumbuhkan rasa percaya diri, sportivitas, serta keberanian tampil di ruang publik.
Lintasan dan lapangan menjadi saksi perjuangan para santri murid SLB Al Mashduqi. Berkat latihan yang konsisten serta pendampingan guru, mereka berhasil menorehkan prestasi membanggakan.
Halifa Arwa Bakhita tampil gemilang dengan meraih Juara 3 Lompat Jauh, disusul Aqilla Zhahira yang berhasil membawa pulang Juara 2 Lompat Jauh.
Prestasi tertinggi diraih oleh Muhamad Adzkar Nasja Ulum, yang sukses menyabet Juara 2 Lompat Jauh sekaligus Juara 1 Tolak Peluru.
Selain para peraih medali, SLB Al Mashduqi juga mengirimkan santri murid lain yang berpartisipasi aktif dan menunjukkan semangat juang luar biasa.
Mereka di antaranya Mochamad Faiz Rizqi, Alya Aqyla Yasmin, Putri Aqilah Syifa, Satria Gipal, dan Mulki Fasya Alkaishu. Keikutsertaan mereka menegaskan bahwa setiap anak memiliki ruang untuk tumbuh dan berprestasi.
Melalui partisipasi dalam PEPARKAB I Kabupaten Garut, SLB Al Mashduqi kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi non-akademik peserta didik, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi santri murid berkebutuhan khusus untuk berkompetisi secara sehat dan bermartabat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya atlet-atlet paralimpik masa depan yang mampu mengharumkan nama daerah. Karena di balik setiap lompatan dan lemparan, tersimpan pesan sederhana namun kuat: setiap anak istimewa layak mendapat panggung untuk bersinar.***
Penulis : Soni Tarsoni









