WARTAGARUT.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Garut atas wafatnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, KH Sirojul Munir, pada Rabu, 30 Juli 2025.
Sosok ulama kharismatik yang juga pimpinan Pesantren Subulussalam, Urug Panembong, Bayongbong Garut ini meninggalkan kenangan mendalam, termasuk bagi para pelaku usaha umrah dan haji.
Kepala Al Malik Travel Umrah dan Haji Khusus Cabang Garut, H. Yudistira Handika Diredja, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum.
Baginya, KH Sirojul Munir bukan hanya seorang ulama, tetapi juga pembimbing sekaligus pengawas moral dan spiritual bagi dunia travel umrah di Garut.
“Dari awal Al Malik hadir di Garut, kami langsung silaturahmi ke beliau. Sambutannya luar biasa, beliau terbuka dan sangat mendukung,” ujar H. Yudistira kepada WartaGarut.com, pada Kamis, 31 Juli 2025.
Menurutnya, KH Sirojul Munir merupakan salah satu tokoh ulama yang sangat peduli terhadap maraknya travel umrah tidak bertanggung jawab.
Ia memberikan banyak arahan agar travel yang baru berdiri seperti Al Malik tidak sekadar fokus pada bisnis, tetapi berorientasi pada pelayanan, pengawasan, dan keberkahan bagi jamaah.
Salah satu nasihat beliau yang membekas, lanjut Yudistira, adalah soal harga yang terjangkau namun tetap berkualitas. Karena banyak calon jamaah dari Garut ingin ke Tanah Suci, namun terbentur kondisi keuangan. KH Sirojul Munir mendorong agar dibuat program hemat, tanpa mengorbankan kualitas layanan.
“Beliau bilang, murah boleh, tapi jangan murahan. Itu jadi prinsip kami sampai sekarang,” kenangnya.
KH Sirojul Munir juga aktif dalam kegiatan sosial keumatan, termasuk saat pembukaan Al Malik Travel di Gebyar Muharram Alun-Alun Garut, pada Agustus 2022.
Bahkan mengusulkan adanya lomba Qiroatul Kutub sebagai bentuk kontribusi Al Malik terhadap pengembangan ilmu agama.
Keterlibatannya di Al Malik tak sekadar simbolis; almarhum aktif memberi masukan, mengapresiasi program, dan siap menjadi pengawas spiritual.
Menurut Yudistira, komunikasi dan laporan kegiatan Al Malik kepada beliau terus berjalan sampai akhir hayatnya.
“Kami merasa sangat kehilangan. Beliau bukan sekadar ulama, tapi pembimbing moral bagi usaha kami,” tuturnya
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Al-Fatihah untuk KH Sirojul Munir,”pungkas H Yudistira dengan suara bergetar.
Penulis : Soni Tarsoni










