Peringatan Hari Guru Nasional 2025: Menguatkan Peran Guru sebagai Penuntun Peradaban

Minggu, 30 November 2025 - 06:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Guru Nasional 2025: Menguatkan Peran Guru sebagai Penuntun Peradaban

Peringatan Hari Guru Nasional 2025: Menguatkan Peran Guru sebagai Penuntun Peradaban

Terima Kasih Guru

Oleh: Dr. Ijudin, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Garut)

Tanggal 25 November merupakan hari bersejarah bagi guru, karena bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Pada tahun 2025 ini, peringatan Hari Guru Nasional mengusung tema ”Guru Hebat, Guru Kuat”.

Tema ini diusung sebagai momentum untuk mengenang, menghargai dan meneguhkan kembali peran dan pengabdian para guru dalam membangun generasi masa depan bangsa.

Hari Guru Nasional diperingati bertepatan dengan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang berdiri sejak tahun 1945, sebagai wadah perjuangan para pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Posisi dan peran guru sangat strategis dan penting dalam mencetak anak bangsa. Begitu besar posisi dan peran seorang guru, ahli sejarah terkemuka Henry Adams pernah berkata bahwa: “Seorang guru itu berdampak abadi, ia tidak pernah tahu, di mana pengaruhnya itu berhenti” (a teacher effects eternity, he can never tell where his influence stops).

Dalam sebuah kitab Ta’limul Muta’allim, Syaikh Az Zarnuji mengatakan: “Ketahuilah  sesungguhnya seorang pencari ilmu tidak akan memperoleh ilmu dan kemanfaatan ilmu, kecuali dengan menghormati ilmu, ahli ilmu dan menghormati guru”.

Baca Juga :  Generasi Muda Garut Diingatkan Waspadai Propaganda Ekstrem di Media Sosial

Lebih jauh Syaikh Az Zarnuji menegaskan dalam sebuah sya’irnya: “Sesungguhnya baik guru dan dokter, tidak memberi nasihat apabila keduanya tidak dihormati. Bersabarlah dengan penyakitmu, jika anda jauh dari dokter, dan puaslah dengan kebodohanmu jika anda jauh dari guru”.

Dari ungkapan di atas, posisi guru diumpamakan seperti seorang dokter. Seorang pasien yang sedang sakit, ia membutuhkan obat maka dokterlah yang dicari.  Ia rela mendaftar antrian di awal, rela menunggu berjam-jam menanti panggilan.

Setelah bertemu dokter, didengarkan segala nasihat dan perkataannya, dibutuhkan resepnya, ditebus obatnya, ditaati semua saran dan dijauhi segala pantangannya. 

Demikian seharusnya penghormatan kepada guru. Bahkan, selayaknya penghormatan kepada guru, melebihi penghormatan kepada dokter.

Karena dokter mengobati fisik kita, guru mengobati batin kita. Dokter memberikan solusi permasalahan jasmani, guru membimbing dan mengarahkan ketenangan ruhani.

Dokter memberikan resep kesehatan, guru memberikan resep kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Baca Juga :  SMK Muhammadiyah Garut Perkuat Ideologi Guru dan Staf lewat Pengajian Pembinaan

Kita harus mengambil hikmah dari kisah Nabi Musa, ia sangat menghormati dan menjunjung tinggi adab belajar kepada gurunya Nabi Khidir.

Terapkanlah adab-adab yang terpuji di hadapan guru, ucapkan salam ketika bertemu, berikan senyum ikhlas jika berjumpa, jaga etika saat duduk bersamanya, berbicara santun dengannya, meminta izin ketika bertanya, dan dengarkan dengan baik nasihat dan bimbingannya. 

Guru adalah pengganti orang tua di tempat belajar, karena guru tidak hanya mengajarkan angka dan huruf, tetapi ia mengajarkan makna hidup, makna berjuang dan menjadi diri sendiri.

Guru adalah pembawa ilmu, hikmah dan kebenaran. Guru adalah salah satu pintu meraih keberkahan ilmu. 

Terima kasih kepada para guru atas kesabaran yang tidak pernah habis, atas ilmu yang tidak pernah lelah dibagikan, atas semua yang tidak pernah minta balasannya, dan atas cinta yang tulus dalam mendidik generasi terbaik negeri ini.

Semoga setiap lelahmu menjadi cahaya, setiap doamu menjadi jalan terang, dan setiap langkahmu membawa berkah.

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Pembina YDHIG Tekankan Karakter, Mutu, dan Kebersamaan dalam Apel Gabungan IKKHG
Vanisa Anggraeni Raih Medali Emas OSSN Nasional, Harumkan SMK Muhammadiyah Garut
KH Dadang Priatna Pimpin Yayasan Pesantren Cipari, Ini 3 Prioritasnya
SMK Muhammadiyah Garut Perkuat Ideologi Guru dan Staf lewat Pengajian Pembinaan
Generasi Muda Garut Diingatkan Waspadai Propaganda Ekstrem di Media Sosial
UNIGA Lepas 1.342 Mahasiswa KKN 2026, Bawa Misi Pemberdayaan Masyarakat
SMK Muhammadiyah Garut Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata
Pangdam III Siliwangi, Deputi I BNPT dan Direktur PT. Antam, Tbk. hadiri Inauguration Ceremony 2026 Santri Murid Baru Al Mashduqi IIBS Garut

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 10:27 WIB

Ketua Pembina YDHIG Tekankan Karakter, Mutu, dan Kebersamaan dalam Apel Gabungan IKKHG

Selasa, 1 September 2026 - 09:14 WIB

Vanisa Anggraeni Raih Medali Emas OSSN Nasional, Harumkan SMK Muhammadiyah Garut

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:14 WIB

KH Dadang Priatna Pimpin Yayasan Pesantren Cipari, Ini 3 Prioritasnya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:41 WIB

SMK Muhammadiyah Garut Perkuat Ideologi Guru dan Staf lewat Pengajian Pembinaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Generasi Muda Garut Diingatkan Waspadai Propaganda Ekstrem di Media Sosial

Berita Terbaru