WARTAGARUT.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut yang terdiri dari Ketua, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag, dan Sekretaris, Deden Wahyudi, S.Pd., M.Pd, didampingi oleh Kepala Kesekretariatan, Jamal Muhsin Alamsyah, S.Pd, menghadiri sebuah acara pelantikan tiga pimpinan perguruan Muhammadiyah di PCM Kadungora Barat dan Kadungora Cisaat.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kadungora dan Kepala MI Aisyiyah Kadungora bertepatan dengan 1 Muharram 1445 H, Acara tersebut berlangsung di Komplek SMPM dan SMKM I Kadungora Barat, Garut, Rabu (19/7/2023).
Dalam acara tersebut, hadir juga perwakilan dari Kecamatan Kadungora, Ketua PCM Kadungora Barat dan Kadungora, para pinisepuh dan tokoh Muhammadiyah serta organisasi tom yang turut memeriahkan acara tersebut.
Tak ketinggalan, seluruh pendidik dan peserta didik dari seluruh perguruan Muhammadiyah di wilayah Kadungora juga turut berpartisipasi dalam acara penting ini.
Dalam sambutan dan pembinaan pelantikan tersebut dari Ketua PDM Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., memberikan penegasan mengenai hakikat dan makna keikhlasan dalam berjuang dan berkhidmat melalui persyarikatan Muhammadiyah.
Semangat keikhlasan ini sejalan dengan firman Allah swt dalam ayat Q.S. Al-Baqarah: 207 yang menegaskan tentang keberanian sahabat Suhaib bin Sinan dalam meninggalkan harta, tahta, dan kedudukannya di Mekkah demi mardhotillah (ridho Allah) dengan ikhlas hijrah ke Madinah untuk mengikuti perintah Rasulullah SAW.
“Akhlak terpuji dan adi luhung seorang hamba Allah terlihat dari keberaniannya berkorban dengan apa pun yang paling dicintainya demi mengejar kecintaan sejatinya, yaitu ridho Allah swt,” ungkap Dr. Agus.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa jalan dakwah amar ma’ruf nahi munkar akan selalu diberi kelapangan oleh Allah, terutama melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di persyarikatan Muhammadiyah.
Selanjutnya, Dr. Agus menekankan peran strategis pendidikan dalam menyiapkan generasi yang lebih unggul untuk masa kini dan masa depan.
Dr. Agus mengingatkan bahwa dalam menghadapi masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang masih menjadi kendala nasional, lembaga pendidikan
swasta, khususnya perguruan Muhammadiyah, memiliki peluang besar sebagai alternatif bagi masyarakat.
Dalam aspek lain, kata Ia, masyarakat juga membutuhkan kepastian tentang akhlak dan adab anak-anak mereka, dan disinilah peran penting perguruan Muhammadiyah sebagai solusi yang tepat.
“Pendidikan Muhammadiyah merupakan pioner pendidikan modern yang mengintegrasikan pelajaran umum dan agama. Jadikanlah perguruan ini sebagai rumah edukasi holistik bagi anak bangsa,” pintanya.
Selain itu, kata Ia, kekuatan lain yang dimiliki perguruan Muhammadiyah adalah basis organisasi, yakni persyarikatan dengan segenap kekuatan nya.
Dr. Agus juga ia mengatakan bahwa kekuatan organisasi persyarikatan Muhammadiyah yang menjadi basis kuat dalam perjuangan pendidikan.
Dia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menopang pendidikan bermartabat.
“Rumah dan orang tua harus diajak bersama-sama membangun jiwa-jiwa pendidik dalam diri anak-anak untuk menciptakan generasi unggul di masa depan. Persyarikatan dan perguruan Muhammadiyah hadir sebagai penjamin masa depan anak-anak yang unggul,” pungkasnya.***













