WARTAGARUT.COM – DPC PKB Kabupaten Garut resmi mendemisionerkan seluruh pengurus DPAC masa bakti 2020–2025 dalam acara pra Musancab (Musyawarah Anak Cabang) yang digelar di Aula Graha Cak Imin, Garut, pada Minggu, 27 Juli 2025.
Agenda ini menjadi langkah awal dari restrukturisasi besar-besaran menjelang Pemilu 2029.
Ketua DPC PKB Kabupaten Garut, Unjang Asari, menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti 4 daerah pemilihan (dapil) dan Kecamatan Cisurupan, mencakup sekitar 26 kecamatan.
“DPAC yang eksisting kami demisionerkan karena SK-nya sudah habis sejak awal Juli lalu. Ini bagian dari revitalisasi struktur partai agar lebih produktif dan relevan,” ungkap Unjang.
Uniknya, PKB Garut membuka rekrutmen ketua dan sekretaris DPAC untuk kalangan umum, tidak hanya kader internal.
Unjang menuturkan bahwa Syarat utama DPAC yakni, usia maksimal 35 tahun, melek politik, melek teknologi, aktif di sosial media, dan memiliki jaringan sosial di tingkat kecamatan.
“Kami ingin melibatkan anak-anak muda yang punya semangat politik dan jejaring sosial. Setelah dipilih, mereka akan langsung mengikuti proses kaderisasi,” jelas Unjang.
Ia menjelaskan bahwa Proses restrukturisasi ini dibagi dalam dua zona. Zona pertama dilaksanakan hari ini (27 Juli), sedangkan zona kedua akan digelar pada 29 Juli di wilayah Garut Selatan.
“Total semuanya ada enam dapil akan ikut asesmen calon pengurus, nanti hasilnya akan direkomendasikan ke DPW PKB Jawa Barat untuk ditetapkan secara resmi,”tuturnya.
Unjang menegaskan, restrukturisasi ini selain sebagai regenerasi, juga strategi PKB Garut untuk target 10–12 kursi di Pemilu 2029.
“Ini pemanasan mesin politik. PKB harus tetap hadir, peduli, dan melayani masyarakat, bukan hanya saat pemilu,” tegasnya.
Sekretaris DPC PKB Garut, Cecep M. Ginanjar S.M., menambahkan bahwa pengurus PAC ke depan akan di mix antara kalangan muda (Dewan Tanfidz) dan kalangan senior (Dewan Syuro).
“Bonus demografi adalah peluang. Maka 30% kuota perempuan dan kombinasi usia akan menjadi energi baru PKB,” ujarnya.
Cecep menyebut sudah terjaring 430 calon pengurus baru, mayoritas dari kalangan Gen Z dan milenial.
“Sudah ada penjaringan bahkan Tiga di antaranya perempuan yang mendaftar sebagai Ketua Tanfidz,”ujarnya.
Ia menerangkan bahwa Penjaringan calon kandidat DPAC menggunakan mekanisme fit and proper test.
“Proses penjaringan akan berlangsung hingga akhir Agustus, disusul asesmen dan pelantikan pada awal September,”pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni













