WARTAGARUT.COM – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyatakan akan mengalihkan sejumlah hak dan fasilitas yang melekat pada jabatannya untuk mendukung program sosial, pendidikan perempuan, layanan kesehatan ibu, hingga pembangunan infrastruktur jalan bagi masyarakat Kabupaten Garut.
Putri Karlina mengatakan, sebagian tunjangan atasan, hak-hak jabatan, serta beberapa insentif yang selama ini diterimanya tidak akan digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan disisihkan untuk dihibahkan kepada dinas terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, KB, hingga program sekolah perempuan.
“Mau bikin sekolah perempuan itu berasal dari sumbernya dari hak-hak WKDH (Wakil Kepala Daerah), tunjangan hak-hak yang melekat dalam diri,” ujar Putri Karlina saat wawancara usai acara sosialisasi lomba kinerja RW tingkat Kelurahan tahun 2026 di Kecamatan Tarogong kidul, Gedung Balai Diklat Kependudukan dan Keluarga Berencana Garut, Jalan. Rsu DR. Slamet Dr. Slamet No.06, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis, (30/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu dana yang sudah disiapkan berasal dari insentif pajak yang diterimanya dalam beberapa termin sepanjang tahun lalu dengan total mencapai sekitar Rp200 juta lebih.
Dana tersebut, kata dia, direncanakan menjadi hibah untuk pembangunan jalan di wilayah Pamulihan melalui pola swadaya masyarakat dan kerja sama dengan pemerintah desa.
“Insya Allah akan dijadikan hibah untuk jalan Pamulihan. Jalannya jalan kabupaten yang kita pilih,” katanya.
Tak hanya itu, Putri Karlina juga mengaku tidak menggunakan sejumlah fasilitas kedinasan yang sebenarnya menjadi hak jabatan, seperti kendaraan pengawalan patwal, pembelian baju dinas tertentu, hingga berbagai fasilitas penunjang pribadi.
Menurutnya, kendaraan patwal bahkan telah lama dikembalikan ke Sekretaris Daerah dan saat ini pengawalan menggunakan mobil pribadi.
“Kalau patwal sudah saya balikin ke sekda dari kapan tahu, sudah enggak pakai. Patwal saya pakai mobil sendiri, mobil pribadi,” ungkapnya.
Ia menuturkan, beberapa nomenklatur anggaran lain seperti jamuan tamu, makan, hingga perlengkapan tertentu juga sedang dirapikan untuk dialihkan kepada penerima manfaat yang lebih tepat.
Salah satunya, anggaran konsumsi akan diarahkan menjadi bantuan makanan bagi ibu hamil di sekitar lingkungan yang membutuhkan.
“Makan saya tetap di sana nomenklaturnya makan, tapi makannya untuk ibu hamil di sekelilingnya, dikasih rantang, dikasih nasi boks,” ujarnya.
Selain itu, Putri Karlina juga tengah menyiapkan sentra pelatihan kesehatan dan pendidikan bagi calon ibu, ibu rumah tangga, serta perempuan kepala keluarga.
Program tersebut dirancang menjadi bagian dari sekolah perempuan agar perempuan Garut memperoleh akses pembinaan kesehatan, pendidikan keluarga, dan penguatan ekonomi.
Ia menegaskan, tidak seluruh hak jabatan dihilangkan karena sebagian tetap digunakan untuk kebutuhan operasional kerja dan internal tim.
Namun, pos-pos anggaran bernilai besar yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan pemerintahan akan diprioritaskan kembali kepada masyarakat.
“Nanti akan saya umumkan secara detail mana yang diambil, mana yang dipindahkan. Tapi yang jelas, yang besar-besar itu saya upayakan kembali ke masyarakat,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















