WARTAGARUT.COM – Seorang warga bernama Anita membangun dan memperlebar jalan serta jembatan secara swadaya di Kampung Cipaku Makkasari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.
Upaya yang telah dilakukan sejak 2010 itu kini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama petani yang menggunakan akses jalan tersebut setiap hari.
Anita mengatakan, awalnya kondisi jalan dari kawasan Gawing Sawah menuju permukiman warga kerap dilanda banjir.
Karena itu, ia berinisiatif memperbesar kolong jembatan sekaligus memperlebar jalan agar aliran air lebih lancar dan akses masyarakat menjadi lebih baik.
“Saya warga Garut yang tinggal di Kampung Cipaku Makkasari. Dari tahun 2010 saya sudah melakukan pelebaran jalan dari jalan Gawing Sawah sampai sekarang jadi lebih besar. Dulu di situ sering banjir, makanya jembatannya saya besarkan kolongnya,” ujar Anita.
Ia bersyukur pembangunan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk para petani yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju area persawahan.
“Alhamdulillah sekarang petani juga senang karena jalannya lebih baik,” katanya.
Upaya swadaya tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Garut Putri Karlina. Menurutnya, kontribusi masyarakat dalam pembangunan daerah dapat hadir dalam berbagai bentuk.
“Bentuk kontribusi orang itu berbeda-beda. Ada yang membangun sekolah gratis, ada yang membantu tetangga, ada yang berkontribusi lewat keilmuan. Kalau Bu Anita dengan keluarganya, kontribusinya adalah membangun infrastruktur untuk masyarakat,” kata Putri Karlina melalui kanal youtube, pada Selasa, (10/3/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan yang dilakukan Anita awalnya untuk kepentingan pribadi. Namun seiring waktu, jalan tersebut dimanfaatkan masyarakat luas sehingga manfaatnya semakin besar.
Teh Putri juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut tidak merasa tersaingi dengan adanya kontribusi warga seperti itu. Sebaliknya, pemerintah justru menyambut baik partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Jujur saya tidak merasa pemerintah tidak bisa. Justru kami senang karena sekarang sangat membutuhkan bantuan-bantuan seperti ini,” ujarnya.
Menurut Putri Karlina , pembangunan yang dilakukan Anita juga diketahui oleh pihak desa dan aparat setempat.
Bahkan pada 2025 lalu, desa turut melakukan pembangunan jalan sepanjang sekitar 300 meter dengan anggaran sekitar Rp100 juta dan lebar jalan sekitar 2,5 meter untuk mendukung akses masyarakat.
Selain pembangunan jalan, Anita juga pernah membantu warga lain yang mengalami kesulitan.
Ia menceritakan pernah membangun rumah sederhana untuk seorang janda yang rumahnya terbakar dan tidak memiliki keluarga.
“Waktu itu ada satu rumah kebakaran, pemiliknya seorang janda dan tidak punya keluarga. Saya bangun lagi rumahnya dari nol. Yang penting tidak kehujanan dan tidak kepanasan,” tutur Anita.
Saat ini, rumah tersebut dimanfaatkan pemiliknya untuk membuka warung kecil bersama anaknya sehingga dapat membantu perekonomian keluarga.
Putri Karlina menilai semangat kepedulian seperti ini perlu diketahui masyarakat luas.
Ia berharap lebih banyak warga yang tergerak untuk berkontribusi dalam pembangunan lingkungan sekitar.
Ke depan, kawasan tersebut juga direncanakan akan dikembangkan menjadi destinasi wisata bernama Villa Angin Senja, yang memanfaatkan panorama pegunungan dan hamparan sawah di kawasan Cilawu.
“Tempat ini dikelilingi pegunungan dan persawahan. Kalau sudah jadi nanti kita undang lagi ke sini,” kata Putri.
Ia menambahkan, lokasi tersebut memiliki potensi wisata alam karena suasana yang sejuk dan panorama yang menenangkan bagi masyarakat yang ingin melepas penat dari aktivitas perkotaan.***
Penulis : Soni Tarsoni

















