WARTAGARUT.COM – Sate kambing menjadi salah satu hidangan yang hampir selalu hadir saat perayaan Iduladha.
Namun di balik kelezatannya, banyak orang masih mengeluhkan aroma prengus hingga tekstur daging yang alot setelah dibakar.
Ternyata, ada sejumlah trik sederhana yang bisa dilakukan agar sate kambing tetap empuk, juicy dan minim bau khas kambing.
Tips tersebut dibagikan oleh pengelola Sate Keroncong Sederhana di kawasan Jatinegara, warung sate legendaris yang sudah berdiri sejak 1964.
Pengelola warung, Sri Mulyono, mengungkapkan bahwa pemilihan jenis kambing menjadi faktor utama yang menentukan kualitas sate.
Menurutnya, warung tersebut lebih memilih menggunakan kambing betina yang sudah cukup umur dibanding kambing jantan.
Hal itu dilakukan karena aroma prengus pada kambing jantan biasanya lebih kuat akibat pengaruh senyawa kimia alami pada tubuh hewan tersebut.
Selain memilih jenis kambing yang tepat, proses pembersihan daging juga harus diperhatikan.
Bagian lemak tertentu dan serat kasar sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu sebelum daging dipotong dan ditusuk menjadi sate.
Tak hanya itu, penggunaan nanas juga bisa menjadi solusi untuk mengempukkan daging kambing yang keras.
Namun Mulyono mengingatkan agar teknik tersebut tidak dilakukan terlalu lama.
Perendaman menggunakan air nanas cukup dilakukan sekitar 15 hingga 20 menit.
Jika terlalu lama, tekstur daging justru bisa menjadi terlalu lembek dan mudah hancur saat dibakar.
Rahasia lain yang membuat sate kambing di warung tersebut terkenal empuk terletak pada penggunaan bumbu celup berbahan dasar gula Jawa dan rempah-rempah pilihan.
Bumbu dimasak selama berjam-jam hingga mengental sehingga rasa rempah lebih meresap.
Selain memberikan cita rasa manis gurih, bumbu tersebut juga membantu menciptakan warna sate yang lebih menggoda saat dibakar di atas arang.
Teknik pembakaran juga menjadi faktor penting.
Sate terlebih dahulu dibakar tanpa bumbu hingga setengah matang, lalu dicelupkan ke dalam bumbu dan dibakar kembali.
Proses pencelupan dilakukan dua kali agar bumbu menempel lebih sempurna pada permukaan daging.
Teknik ini juga menghasilkan lapisan karamel khas yang membuat aroma sate semakin menggugah selera.
Menurut Mulyono, penggunaan api arang yang besar dan stabil menjadi kunci terakhir agar sate matang sempurna.
Api panas membantu permukaan daging cepat mengalami karamelisasi sehingga sari daging tetap terkunci di dalam.
Dengan teknik tersebut, sate kambing bisa matang hanya dalam waktu sekitar lima menit tanpa kehilangan tekstur empuk dan juicy.
Sebagai pelengkap, sate kambing biasanya disajikan bersama kecap manis, irisan bawang merah, tomat, cabai rawit dan taburan merica.
Kombinasi sederhana itu menjadi alasan mengapa sate kambing tetap menjadi salah satu menu favorit masyarakat Indonesia setiap musim Iduladha.***
Penulis : Soni Tarsoni
Sumber Berita: https://food.detik.com


















Komentar