WARTAGARUT.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut belum lama ini memperkenalkan inovasi vertical garden sebagai bagian dari program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Konsep bercocok tanam dengan pot gantung ini tidak hanya membuat lingkungan lapas lebih hijau dan asri, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mendukung ketahanan pangan.
Terinspirasi dari program tersebut, masyarakat umum pun bisa menerapkan vertical garden di rumah masing-masing, terutama bagi yang memiliki lahan terbatas.
Berikut tips praktis yang dapat dicoba:
1. Siapkan Media Tanam
Gunakan pot gantung, botol bekas, pipa paralon, atau rak kayu sebagai wadah.
Pastikan setiap wadah memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang dan merusak tanaman.
2. Pilih Tanaman yang Tepat
Jenis sayuran seperti seledri, kangkung, bayam, cabai, dan tomat cherry cocok untuk ditanam di vertical garden.
Selain itu, tanaman hias gantung juga bisa menambah estetika rumah.
3. Gunakan Tanah Subur
Campurkan tanah dengan kompos dan sekam agar gembur serta kaya nutrisi.
Alternatif lainnya adalah memakai media tanam cocopeat atau metode hidroponik.
4. Atur Pencahayaan
Tempatkan vertical garden di area rumah yang mendapat sinar matahari minimal tiga hingga empat jam setiap hari, seperti tembok, pagar, atau balkon.
5. Rawat Secara Rutin
Lakukan penyiraman pagi dan sore secukupnya, beri pupuk organik secara berkala, serta jaga kebersihan pot agar bebas dari hama.
Kalapas Garut, Rusdedy, menegaskan bahwa konsep vertical garden memberi banyak manfaat, tidak hanya bagi lingkungan lapas, tetapi juga bisa diterapkan di masyarakat.
“Kami ingin agar WBP terbiasa dengan pola hidup sehat, disiplin, dan produktif. Melalui vertical garden, mereka bisa belajar bercocok tanam di lahan terbatas, sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.
Dengan menerapkan tips ini, masyarakat bisa memiliki lingkungan rumah yang lebih hijau, sehat, sekaligus memenuhi kebutuhan pangan keluarga dari lahan yang sempit.***
Penulis : Soni Tarsoni











