Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan

Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan

Pengelolaan desa yang partisipatif, akuntabel dan berwawasan lingkungan, memang menjadi impian semua masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Pentingnya pengelolaan Dana Desa (DD) yang profesional, diharapkan mampu menjawab harapan hadirnya pembangunan yang berkualitas, di tengah dinamika pengelolaan manajemen keuangan desa yang cukup memprihatinkan saat ini.

Sebagai mana diketahui, pengelolaan keuangan desa telah diatur Permendagri Nomor 20 Tahun 2018.

Dalam aturan itu, pemerintah desa wajib menyiapkan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban seluruh kegiatan di desa agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sejatinya hadirnya aturan itu diharapkan memberikan solusi dalam merealisasikan pembangunan di desa.

Namun dalam kenyataannya bak panggang dengan apinya, masih banyak kebocoran anggaran yang tidak tepat sasaran, sehingga pembangunan di desa masih terlihat jalan di tempat.

Masih ditemukan tidak adanya kolaborasi aspiratif yang dilakukan Kepala Desa dengan warganya.

Pemerintah desa yang bersifat apatis, hingga perencanaan pembangunan yang amburadul hingga tidak tepat sasaran, menyebabkan impian warga desa mendapatkan pelayanan dan pembangunan di desa yang diimpikan warga, hanya angan-angan semata.

Untuk itu, dalam upaya menghasilkan pola pemerintahan desa yang akuntabel, dibutuhkan keberanian Kepala Desa untuk menjalankan manajemen desa yang transparan.

Dalam hemat kami, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian kepala desa, termasuk dinas yang mengayominya untuk menyukseskan pembangunan di desa, yakni :

Pertama, koordinasi dengan pimpinan daerah di berbagai tingkatan mulai Bupati, Walikota, Gubernur, termasuk pemerintah pusat, agar kebijakan yang dihasilkan, sesuai dengan visi misi pemerintah.

Khusus Garut, tentu kebijakan dan arah jalan, selaras dengan kebijakan Bupati/wakil Bupati dalam mewujudkan visi Garut Hebat 5 tahun ke depan.

Baca Juga :  Link Pengumuman OMI Kemenag 2026 Kabupaten/Kota, Cek di Sini

Bagi Kepala Dinas atau pimpinan di lembaga yang diamanatkan, titah pimpinan adalah tenaga sekaligus ruh untuk kebijakan yang akan diterapkan.

Kedua, menerapkan akuntabilitas dan transparansi publik dalam hal pengelolaan manajerial desa yang meliputi :

a) Transparansi keuangan desa secara berkala dengan melaporkan seluruh capaian kegiatan berbasis anggaran yang tepat.

b) Transparansi potensi desa, dengan melakukan kalkulasi potensi apa saja yang ada di desa itu sebagai modal pembangunan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kultur masyarakat desa.

c) Transparansi rencana kerja desa, dengan menyampaikan seluruh rencana kerja secara online sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi, termasuk progres apa saja yang telah dicapai dari rencana itu.

d) Transparansi kebijakan desa, yakni menjabarkan kebijakan apa saja yang telah dikeluarkan pemerintah desa sebagai pijakan hukum warga desa.

e) Penerapan konsep ‘smart village’ atau desa pintar yang didukung peningkatan akses sarana dan prasarana komunikasi terutama teknologi informasi, diharapkan memudahkan komunikasi warga dan koordinasi pemerintah desa dengan pemerintah daerah termasuk wilayah dan pusat.

f) Hadirnya desa berwawasan global yang ditopang dengan mudahnya akses informasi, namun tetap mempertahankan kearifan lokal.

Dalam pelaksanannya, Kepala Desa wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan Dana Desa kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sebagai bentuk transparansi, sehingga setiap progres pembangunan di desa dapat diketahui masyarakat.

Khusus Garut, penggunaan Dana Desa lebih difokuskan dalam penanganan kemiskinan ekstrim, ketahanan pangan, dan program prioritas Pemda Garut, termasuk peningkatan IPM bidang pendidikan yang telah menjadi perhatian Bupati/Wakil Bupati Garut untuk lima tahun ke depan.

Baca Juga :  Link Pengumuman OMI Kemenag 2026 Kabupaten/Kota, Cek di Sini

Terakhir, munculnya kampanye penyelamatan lingkungan yang gelorakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM saat ini, menuntut pejabat di seluruh daerah di berbagai tingkatan di Jawa Barat, untuk memperhatikan kelestarian alam sekitar.

Kerusakan lingkungan di Jawa Barat yang tengah menjadi perhatian KDM, wajib disikapi Kepala Daerah, termasuk pemangku kebijakan di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga pemerintah desa, untuk merealisasi penyelamatan lingkungan hingga tiap pelosok dengan bijak.

Kesuksesan kami menerapkan program ‘Gemerlap’ Gerakan Membangun Rakyat dan Lingkungan Asri Pangatikan dengan pola gotong royong, di berbagai kegiatan dengan semua elemen masyarakat di Kecamatan Pangatikan, mampu menggugah kesadaran warga untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dengan optimal berbasis kepedulian sosial.

Untuk itu, sudah saatnya Kepala Desa berkolaburasi dengan pemangku adat di tiap desa hingga pelosok, menjaga kelestarian alam dengan baik, sehingga memberikan kemaslahatan yang optimal hingga anak cucu kita nanti.

Musibah alam banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, kemudian Sumatera hingga terbaru di wilayah Cisarua, Bandung Bandang, mesti menjadi perhatian bersama, pentingnya pemimpin berwawasan lingkungan untuk menjaga kelestarian alam ke depan.

Walhasil, pembangunan desa yang tengah dilakukan hasilnya tidak hanya dirasakan oleh generasi saat ini, namun tetap terjaga dan bisa dinikmati anak cucu kita ke depan, tanpa merusak alam dan lingkungan sekitar. Semoga bermanfaat.

 

Penulis : Ahmad Ramdani, Camat Pangatikan, Kabupaten Garut

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Link Pengumuman OMI Kemenag 2026 Kabupaten/Kota, Cek di Sini
Kekeringan Mengintai Garut, PDAM Tirta Intan Siapkan Tangki Air
Perda Bantuan Hukum Garut Ditargetkan Perluas Akses Keadilan Warga
Pernyataan Terbaru Sudaryono Muncul di Tengah Dugaan Keracunan MBG di Garut
252.520 Warga Miskin, Bupati Garut Siapkan Solusi Khusus, Efektifkah?
Putri Karlina Dukung GAMAS, Maula Akbar Antar Tiga Anak ke Al Mashduqi Islamic School Garut
Cara Daftar Beasiswa Garut 2026, Simak Syarat dan Tahapannya
Jadwal Beasiswa Garut 2026 Lengkap, Catat Tanggal Pentingnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:41 WIB

Link Pengumuman OMI Kemenag 2026 Kabupaten/Kota, Cek di Sini

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Kekeringan Mengintai Garut, PDAM Tirta Intan Siapkan Tangki Air

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:31 WIB

Perda Bantuan Hukum Garut Ditargetkan Perluas Akses Keadilan Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:56 WIB

Pernyataan Terbaru Sudaryono Muncul di Tengah Dugaan Keracunan MBG di Garut

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:43 WIB

252.520 Warga Miskin, Bupati Garut Siapkan Solusi Khusus, Efektifkah?

Berita Terbaru

Program Studi Magister Pendidikan Matematika Sekolah Pascasarjana IPI Garut meraih Akreditasi Unggul berdasarkan SK LAMDIK Nomor 1910/SK/LAMDIK/AK/M/IX/2026.

Perguruan Tinggi

Magister Pendidikan Matematika IPI Garut

Senin, 14 Sep 2026 - 08:35 WIB

Ilustrasi pertandingan Levante vs Barcelona setelah kemenangan Barcelona 4-2 pada LaLiga 2026/2027.

Olahraga

Klasemen Levante vs Barcelona Usai Barca Menang 4-2

Senin, 14 Sep 2026 - 03:45 WIB

Ilustrasi pertandingan Manchester United vs Manchester City dan perubahan posisi kedua klub dalam klasemen Premier League 2026/2027

Olahraga

Klasemen Premier League Usai Man Utd vs Man City 0-1

Senin, 14 Sep 2026 - 03:24 WIB

Ilustrasi jurnalistik pertandingan Man Utd vs Man City dalam lanjutan Premier League 2026/2027 di Old Trafford

Olahraga

Man Utd vs Man City 0-1, Gol Haaland Disahkan VAR

Senin, 14 Sep 2026 - 03:05 WIB