WARTAGARUT.COM – SMK Muhammadiyah Garut kembali menggelar uji kompetensi bagi siswa kelas XII sebagai tahap akhir penilaian kemampuan sebelum lulus.
Kegiatan ini menjadi penanda bahwa setiap siswa diuji langsung oleh industri dan lembaga bersertifikat nasional, sehingga keterampilan mereka benar-benar sesuai kebutuhan dunia kerja.
Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I, menjelaskan bahwa uji kompetensi dilakukan setelah siswa menjalani pembelajaran sejak kelas X hingga XII.
“Kami ingin memastikan kompetensi mereka benar-benar terukur. Penguji berasal dari industri nasional, bukan lokal,” ujarnya.
Yan Yan mengungkapkan bahwa SMK Muhammadiyah Garut memiliki enam kompetensi keahlian yang diuji yaitu, Teknik Kendaraan Ringan (TKRO), Akuntansi (AKL), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Administrasi Perkantoran (OTKP), Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), dan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDDP).
Ia menerangkan bahwa untuk otomotif, penguji berasal dari Honda. Sementara jurusan Akuntansi dan Administrasi Perkantoran diuji oleh BNI, jurusan RPL diuji oleh Telkomsel, dan jurusan pemasaran diuji oleh Ramayana Mall. Semua institusi tersebut merupakan perusahaan berskala nasional yang memiliki kredibilitas tinggi.
Yan Yan menegaskan bahwa keberadaan penguji profesional memberi manfaat besar bagi siswa.
“Setiap peserta nantinya mendapatkan sertifikat resmi dari industri atau lembaga bersertifikasi. Sertifikat ini bisa langsung dilampirkan saat melamar kerja dan menjadi nilai tambah,” jelasnya.
Efeknya terbukti nyata. Banyak lulusan SMK Muhammadiyah Garut terserap di berbagai sektor, mulai dari swalayan besar, dealer sepeda motor, hingga perusahaan-perusahaan yang telah menjalin kemitraan dengan sekolah.
“Sebagian siswa juga memilih berwirausaha, misalnya membuka bengkel setelah lulus. Sekitar 50% lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN) maupun kampus lain seperti IMDA dan IPI,”ungkapnya.
Lebih jauh, Yan Yan menargetkan seluruh siswa dapat mencapai standar kelulusan penuh.
“Harapannya, 100 persen siswa lulus uji kompetensi, sehingga mereka lebih mudah memilih masa depannya baik bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan studi,” katanya.
Dengan keterlibatan industri nasional dan sistem sertifikasi standar, SMK Muhammadiyah Garut menunjukkan komitmen kuat mencetak lulusan siap kerja, terampil, dan kompetitif. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















