WARTAGARUT.COM – Universitas Garut (UNIGA) kembali menunjukkan komitmennya meningkatkan mutu pendidikan dengan menggelar program pelatihan tenaga kependidikan yang diikuti 124 peserta dari berbagai program studi dan fakultas.
Panitia merancang kegiatan ini khusus untuk membentuk SDM unggul yang mampu memberikan pelayanan prima di lingkungan universitas.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata UNIGA dalam membangun sistem penjaminan mutu internal, serta mempersiapkan tenaga kependidikan – baik muda maupun senior – menghadapi tantangan layanan pendidikan masa kini.
“Kegiatan ini menggunakan metode yang interaktif dan menarik. Harapannya, peserta bisa memahami dan mengelola emosi diri, mendapat motivasi baru, dan aktif membangun lingkungan kerja yang sehat, positif, dan harmonis,” ungkap Dr. Novie Susanti Suseno, S.E., M.Si., Ak., CA, selaku ketua pelaksana kegiatan.
Pelatihan bertema “Master Yourself, Serve Better” ini membekali para peserta dengan keterampilan interpersonal, kemampuan mengelola emosi, dan penguatan peran strategis dalam pelayanan pendidikan tinggi.
Rektor Universitas Garut, Dr. H. Irfan Nabhani, S.E., M.T., turut memberikan pandangan mendalam mengenai urgensi pengembangan SDM tenaga kependidikan di UNIGA.
Ia menyoroti bahwa meskipun roadmap karier untuk dosen sudah tersusun rapi, hal yang sama belum berlaku bagi tenaga kependidikan.
“Salah satu kekurangan kami adalah belum tersusunnya roadmap SDM tenaga kependidikan yang terstruktur. Padahal lembaga kita adalah lembaga layanan pendidikan, jadi layanan itu harus jadi prioritas,” jelas Rektor.
Ia menambahkan bahwa roadmap tenaga kependidikan seharusnya meliputi tahapan sejak rekrutmen, pengembangan karier, pelatihan, hingga fase pensiun.
Hal ini penting karena tenaga kependidikan merupakan garda depan dalam layanan universitas kepada mahasiswa, mitra, dan masyarakat.
Rektor Irfan juga menegaskan pentingnya mengembangkan budaya knowledge sharing di lingkungan kampus.
Ia berharap pelatihan ini tidak hanya membekali peserta secara teknis, tapi juga menciptakan budaya kerja yang menyenangkan dan saling mendukung.
“Tugas kita adalah melayani. Maka sudah selayaknya kita terus meningkatkan kapasitas agar dapat melayani dengan lebih baik,” tutupnya.
Penulis : Soni Tarsoni







