WARTAGARUT.COM – STIE Yasa Anggana Garut tengah memperkuat jejaring pendidikan dengan menjajaki kerja sama strategis bersama SMK Nurul Muttaqin Cisurupan, Kabupaten Garut, melalui rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang fokus pada peningkatan akses pendidikan tinggi dan serapan lulusan.
Langkah ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 yang dilakukan langsung oleh pihak kampus ke sejumlah sekolah di wilayah Garut, termasuk SMK Nurul Muttaqin yang berlokasi di Jalan Raya Cisurupan No.160. Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut, (Rabu (8/4/2026).
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Public Relation STIE Yasa Anggana, Junaedi, SE., MM., mengatakan bahwa respons dari pihak sekolah terhadap program sosialisasi tersebut tergolong positif.
Bahkan, pihak sekolah menunjukkan ketertarikan untuk membangun kerja sama formal dengan kampus.
“Kita masih tengah melakukan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru ke sekolah-sekolah. Tadi saja kita ke SMK Nurul Muttaqin di Cisurupan, dan Alhamdulillah responsnya cukup baik,” ujar Junaedi.
Ia menjelaskan, hubungan antara STIE Yasa Anggana dan SMK Nurul Muttaqin sebenarnya telah terjalin secara tidak langsung melalui para alumni.
Sejumlah lulusan STIE Yasa Anggana diketahui telah mengabdi sebagai tenaga pengajar di sekolah tersebut.
“Di SMK Nurul Muttaqin banyak alumni STIE Yasa Anggana yang mengajar. Begitu juga sebaliknya, banyak lulusan SMK tersebut yang melanjutkan pendidikan ke kampus kami,” katanya.
Melihat potensi tersebut, kedua belah pihak berencana memperkuat hubungan melalui MoU yang mencakup berbagai aspek kerja sama, termasuk peluang serapan lulusan SMK serta pelaksanaan kegiatan akademik seperti praktik kerja lapangan (PKL).
Junaedi menyebutkan, saat ini pihak kampus tengah menyusun draft MoU sebagai langkah awal sebelum proses penandatanganan dilakukan. Draft tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing institusi agar kerja sama berjalan optimal.
“Kita sedang membuat draft-nya dulu, supaya dari pihak SMK maupun STIE bisa menyandingkan kebutuhan kerja sama. Tapi yang jelas ini akan segera kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama ini menjadi penting karena kedua institusi memiliki kebutuhan yang saling melengkapi, baik dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun akses pendidikan lanjutan bagi siswa.
“Pada dasarnya kita saling membutuhkan. Jadi kerja sama ini akan kita percepat agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh siswa dan lembaga,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















