WARTAGARUT.COM – Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina kembali menjadi perhatian masyarakat pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Di tengah penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi, Pertalite yang menjadi bahan bakar favorit jutaan pengguna kendaraan di Indonesia dipastikan tetap dijual Rp10.000 per liter.
Kepastian ini menjadi kabar penting bagi masyarakat yang khawatir kenaikan harga energi akan berdampak pada pengeluaran harian.
Meski beberapa produk mengalami lonjakan cukup signifikan, pemerintah memastikan BBM subsidi tidak mengalami perubahan hingga akhir 2026.
Berdasarkan daftar harga terbaru PT Pertamina (Persero), harga Pertamax (RON 92) masih bertahan di angka Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 juga tidak berubah dan tetap dipasarkan Rp12.900 per liter.
Kenaikan justru terjadi pada sejumlah produk nonsubsidi dengan nilai cukup besar. Pertamax Turbo naik dari Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter.
Dexlite melonjak dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex kini menyentuh Rp27.900 per liter dari sebelumnya Rp23.900.
Untuk BBM bersubsidi lainnya, Pertamina Biosolar juga masih dipertahankan di harga Rp6.800 per liter.
Daftar harga BBM Pertamina per 9 Mei 2026:
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.300 per liter
Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.900 per liter
Dexlite: Rp26.000 per liter
Pertamina Dex: Rp27.900 per liter
Pertamina Biosolar: Rp6.800 per liter
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana menaikkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat.
“Sekali lagi saya katakan, kami sudah bersepakat atas arahan bapak presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” ujar Bahlil, dikutip dari detik.com.
Menurutnya, kondisi fiskal negara masih cukup kuat untuk menahan harga BBM subsidi. Hal itu didukung oleh harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) yang berada di kisaran 77 dolar AS per barel, jauh di bawah batas aman pemerintah sebesar 100 dolar AS.
Selain soal harga, pemerintah juga memastikan stok energi nasional dalam kondisi aman. Cadangan bensin, solar, dan LPG disebut berada di atas batas minimum sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan pasokan.
Dengan demikian, pengguna Pertalite dapat tetap mengisi BBM dengan harga yang sama, meskipun sejumlah BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian cukup tajam pada Mei 2026.
“Insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, bensin, maupun LPG. Insyaallah aman,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















