WARTAGARUT.COM – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Aceng Malki, memberikan tanggapan sekaligus masukan teknis terkait pertemuan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dengan Direktur Utama PT Kawasan Industri Cibatu (KIC) yang membahas percepatan pembangunan kawasan industri tersebut, Jumat (5/12/2025).
Ia mendukung prinsip pembangunan KIC sebagai motor pertumbuhan ekonomi, namun menekankan pentingnya tata kelola, kesiapan infrastruktur, dan perlindungan tenaga kerja lokal agar manfaatnya optimal bagi masyarakat Garut.
Ceng Malki menilai arah pembangunan KIC sudah tepat, terutama karena proyek ini diproyeksikan membuka puluhan ribu lapangan kerja serta memanfaatkan bahan baku kulit lokal.
Namun, ia mengingatkan bahwa percepatan tidak boleh mengabaikan pemenuhan regulasi, kesiapan energi, dan mitigasi dampak lingkungan.
“Saya sepenuhnya mendukung percepatan kawasan industri, tetapi setiap proses teknis dan administratif harus dilalui dengan tertib. Kita ingin cepat, tapi tetap harus akuntabel,” ujarnya.
Menurutnya, langkah Pemkab Garut yang menyiapkan infrastruktur dasar perlu dibarengi pengawasan ketat, terutama terkait akses jalan.
Soal ketenagakerjaan, Ceng Dewan menegaskan perlunya regulasi afirmatif agar tenaga kerja lokal memperoleh prioritas.
Ia merespons target PT KIC yang membuka sekitar 20 ribu lapangan kerja pada industri alas kaki.
“Harus ada mekanisme yang memastikan tenaga kerja lokal menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat Garut hanya menjadi penonton,” tutur politisi asal Garut tersebut.
Aceng juga menyoroti rencana integrasi bahan baku kulit lokal Garut yang menjadi keunggulan daerah.
Menurutnya, integrasi ini harus dikelola dengan sistem kemitraan yang adil agar tidak terjadi monopoli atau tekanan harga terhadap pengrajin.
Ia meminta Pemkab Garut menyiapkan pendampingan UMKM kulit agar siap masuk rantai pasok industri besar.
Terakhir, Aceng mendorong Pemkab Garut dan KIC menyusun peta jalan (roadmap) percepatan yang lebih detail dan dapat dipantau publik.
“Kita dukung penuh, tapi harus transparan, terukur, dan berkelanjutan. Jika semua unsur berjalan, KIC akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Garut,” ucapnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni










