WARTAGARUT.COM – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di wilayah Garut mengalami peningkatan signifikan pada Selasa (17/3/2026).
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Satlantas Polres Garut memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) sebanyak enam kali di jalur utama Limbangan hingga Malangbong.
Lonjakan volume kendaraan terlihat sejak pagi hari, terutama dari arah Bandung menuju Tasikmalaya yang melintasi jalur selatan Jawa Barat.
Kondisi ini mendorong aparat kepolisian mengambil langkah cepat melalui diskresi lalu lintas guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
Kasatlantas Polres Garut, Luky Martono, mengatakan penerapan sistem one way dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Rekayasa lalu lintas ini kami lakukan secara tentatif untuk menarik arus kendaraan dari arah barat agar tidak terjadi penumpukan di titik rawan,” ujarnya.
Penerapan one way dimulai di Jalur Limbangan pada pukul 08.25 hingga 08.45 WIB dengan durasi 20 menit.
Petugas memusatkan titik penghentian kendaraan (pending) di depan Polsek Limbangan guna mengatur ritme kendaraan dari dua arah.
Selanjutnya, rekayasa lalu lintas dilanjutkan di Jalur Lewo pada pukul 08.50 hingga 09.00 WIB dengan titik pending di SPBU Bandrex.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan yang terus meningkat.
Memasuki pukul 09.25 WIB, petugas kembali memberlakukan one way di Jalur Lewo selama 15 menit dengan titik pending di kawasan Kaum Lewo.
Arus kendaraan yang terus mengalir dari arah Bandung membuat rekayasa lalu lintas harus dilakukan secara bertahap.
Pada pukul 10.25 WIB, sistem satu arah kembali diterapkan di Jalur Limbangan selama 20 menit dengan titik pending di Polsek Limbangan.
Kepadatan yang terus terjadi menunjukkan tingginya mobilitas pemudik menuju wilayah Priangan Timur.
Menjelang siang, kepadatan juga terjadi di Jalur Malangbong. Petugas kembali melakukan rekayasa lalu lintas pada pukul 10.45 WIB selama 15 menit dengan titik pending di area Puskesmas setempat.
Rekayasa keenam dilakukan di Jalur Lewo pada pukul 10.55 hingga 11.05 WIB dengan titik pending di SPBU Bandrex.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian arus lalu lintas agar tetap bergerak lancar meski volume kendaraan terus meningkat.
Selain rekayasa lalu lintas, Polres Garut juga mengimbau para pemudik untuk tetap mematuhi aturan berkendara.
Pengguna jalan diminta menjaga jarak aman, memastikan kondisi kendaraan prima, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Kami mengimbau pemudik untuk tetap waspada dan memanfaatkan pos pelayanan jika membutuhkan bantuan selama perjalanan,” kata Luky.
Pengamanan arus mudik ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, hingga instansi terkait lainnya dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















