WARTAGARUT.COM – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama DT Peduli menggelar program sosial bertajuk Balik Kerja Bareng BPKH 2025, yang diberangkatkan secara resmi dari SOR (Sarana Olahraga) Ciateul di Garut, pada Minggu, 6 April 2025.
Program ini ditujukan untuk memfasilitasi warga yang sebelumnya mudik ke kampung halaman agar dapat kembali ke kota tempat mereka bekerja tanpa harus khawatir soal biaya dan kenyamanan perjalanan.
Prof. Dr. H. M. Arief Mufraini, Lc., M.Si., anggota Dewan Pelaksana BPKH menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya berlangsung di Garut, tetapi juga dilaksanakan di berbagai daerah lain seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Lampung.
Garut menjadi lokasi baru yang dipilih karena kolaborasi dengan mitra dari Komisi VIII DPR RI yang berada di wilayah ini.
H. Arief Mufraini menyampaikan bahwa program ini bagian dari penyaluran dana abadi umat, yakni dana yang dikelola BPKH untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini tahun ketiga kami menggelar program Balik Kerja Bareng, dan untuk Garut ini yang pertama. Dana abadi umat memang kami kelola bukan hanya untuk pelayanan haji, tapi juga untuk pendidikan, kesehatan, sosial keagamaan, infrastruktur ibadah, pemberdayaan ekonomi umat, dan tanggap bencana,” ujar Arief.
Direktur Operasional DT Peduli, Jajang Nurjaman, menjelaskan bahwa pihaknya ditunjuk langsung oleh BPKH sebagai pelaksana teknis program di Garut.
Ia menjelaskan bahwa dalam program ini memberangkatkan 4 bus, total 160 penumpang yang diberangkatkan dari Garut, dengan titik tujuan ke Terminal Pulo Gebang (Bekasi), Kampung Rambutan (Jakarta), Poris (Tangerang), dan Baranangsiang (Bogor).
“Peserta tidak hanya diberi fasilitas transportasi, tapi juga snack dua kali, makan siang, asuransi, hingga layanan cek kesehatan gratis. setiap bus didampingi oleh relawan DT Peduli agar perjalanan tetap aman hingga sampai tujuan,” jelasnya.
Salah satu peserta, Miftahul Ulum, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Ia bersama keluarganya dan para santri yatim dari Garut berangkat menuju Bogor.
“Alhamdulillah, Masya Allah. Ini sangat membantu kami, apalagi biaya untuk balik kerja biasanya tidak sedikit. Dapat nomor antrian, tempat duduk, dan anak-anak pun nyaman. Kami berdoa semoga semua yang terlibat dibalas dengan pahala berlipat dan surga oleh Allah SWT,” ungkap Miftahul dengan mata berkaca-kaca.
Program Balik Kerja Bareng BPKH menjadi bukti nyata bahwa dana umat bisa memberi manfaat luas, bukan hanya untuk ibadah haji tapi juga mendukung kebutuhan sosial-keagamaan masyarakat Indonesia.
Harapannya, program ini bisa menjadi agenda tahunan dan menjangkau lebih banyak daerah di masa mendatang.***
Penulis : Soni Tarsoni










