Bupati Garut Ungkap Pendapatan Daerah Paling Rendah di Jabar, Dorong Investasi dan Pendidikan

Rabu, 23 Juli 2025 - 07:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut Ungkap Pendapatan Daerah Paling Rendah di Jabar, Dorong Investasi dan Pendidikan

Bupati Garut Ungkap Pendapatan Daerah Paling Rendah di Jabar, Dorong Investasi dan Pendidikan

PDRB Per Kapita Garut Jauh di Bawah Rata-Rata Provinsi dan Nasional

WARTAGARUT.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, hadir dalam kegiatan Sosialisasi Industri yang digelar di Aula Kecamatan Cibatu, Selasa (22/7/2025).

Dalam sambutannya, ia menyampaikan fakta mencengangkan mengenai rendahnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Per Kapita Kabupaten Garut.

Menurutnya, rata-rata pendapatan masyarakat Garut hanya sebesar Rp26 juta per tahun. Angka ini terpaut jauh dari rata-rata PDRB Per Kapita Jawa Barat yang mencapai Rp59 juta dan PDRB Per Kapita nasional yang sudah menyentuh Rp79 juta.

“Kita itu paling rendah. PDRB Per Kapita  kita itu paling kecil,” ujar Bupati Syakur.

Ia pun menjelaskan bahwa PDRB adalah indikator pendapatan wilayah, dan sangat penting dalam menentukan kesejahteraan masyarakat.

Keterampilan dan Pendidikan Harus Didukung Investasi

Dalam paparannya, Bupati Syakur menyoroti pentingnya pendidikan dan keterampilan sebagai pondasi ekonomi.

Ia mencontohkan perbedaan signifikan penghasilan antara individu berpendidikan rendah dan tinggi.

Namun demikian, menurutnya, pendidikan dan keterampilan saja tidak cukup. Tanpa dukungan alat dan modal, potensi yang dimiliki tidak akan optimal.

Baca Juga :  Hari Santri Nasional 202026, Kepala SMK Muhammadiyah Garut Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak

“Ayeuna urang Cibatu punya keterampilan, punya pendidikan, teu boga alat kumaha? Maka perlu ada investasi,” tegasnya.

Ia mengibaratkan petani yang hanya mengandalkan pupuk seadanya akan menghasilkan panen minim. Sementara petani dengan tambahan modal bisa membeli pupuk dan bibit unggul, dan hasilnya pun jauh lebih baik.

Tiga Strategi Utama Dongkrak Ekonomi Garut

Untuk mengangkat PDRB Per Kapita Garut dari posisi terbawah, Bupati Syakur merumuskan tiga langkah utama:

  1. Meningkatkan Investasi: Menarik investor agar masuk ke Garut, khususnya di sektor produktif dan berdaya saing.
  2. Belanja Pemerintah: Mendorong proyek pembangunan, belanja infrastruktur, dan program-program pemerintah yang berorientasi pada masyarakat.
  3. Belanja Rumah Tangga: Meningkatkan daya beli warga melalui penciptaan lapangan kerja dan pendapatan yang stabil.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ketiganya harus saling mendukung demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Makanya Garut itu saya selalu berpikir bahwa kita harus mendongkrak PDRB Kabupaten Garut,” ucapnya dengan nada optimis.

Baca Juga :  Hari Santri Nasional 202026, Kepala SMK Muhammadiyah Garut Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak

Komitmen Pemkab Garut untuk Masyarakat Sejahtera

Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

Sejumlah program prioritas telah disiapkan untuk mempercepat peningkatan investasi dan belanja masyarakat.

Program pelatihan kerja, pemberdayaan UMKM, serta pembangunan infrastruktur akan terus digulirkan.

Harapannya, seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan yang merata.

Dengan sinergi berbagai pihak, Pemkab Garut yakin mampu mengubah wajah perekonomian daerah. Targetnya, dalam beberapa tahun mendatang, PDRB Per Kapita  Garut tidak lagi berada di posisi terbawah.


Kesimpulan: Butuh Aksi Nyata untuk Perubahan Ekonomi

Fakta rendahnya pendapatan masyarakat Garut harus menjadi pemicu perubahan. Pendidikan, keterampilan, dan investasi adalah kunci. Namun, semuanya membutuhkan komitmen bersama, bukan hanya dari pemerintah, tapi juga dari masyarakat dan pelaku usaha.

Bupati Syakur mengajak seluruh pihak untuk mengambil bagian dalam pembangunan. Saatnya Garut bangkit dan mengejar ketertinggalan ekonomi dengan langkah nyata dan kolaboratif.

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wisuda Tahfidz Qur’an MAN 5 Garut, Kemenag Tekankan Literasi dan Akhlak
Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya
Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal
PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama
Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik
Kemenag Garut Petakan Calon Kepala KUA, Perceraian Jadi Tantangan
Kepala Kemenag Garut Dorong Guru Melek Digital Lewat AKGTK 2026
OMI Jawa Barat 2026 Digelar, Kemenag Garut Bidik Tiket ke Tingkat Nasional

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:56 WIB

Wisuda Tahfidz Qur’an MAN 5 Garut, Kemenag Tekankan Literasi dan Akhlak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik

Berita Terbaru