Kepala Bakesbangpol Garut : Tahap awal Keberagaman Adalah Demokrasi.

- Jurnalis

Selasa, 23 Agustus 2022 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Seminar Demokrasi dan Kebhinekaan dengan tema “Membangun Toleransi Dalam Keberagaman” yang dilaksanakan di Aula Sabda Alam Garut Hotel & Resort, Jalan Raya Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (23/8/2022).

Pelaksanaan Seminar Demokrasi dan Kebhinekaan dengan tema “Membangun Toleransi Dalam Keberagaman” yang dilaksanakan di Aula Sabda Alam Garut Hotel & Resort, Jalan Raya Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (23/8/2022).

WARTA GARUT – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Garut menggelar Seminar Demokrasi dan Kebhinekaan dengan tema “Membangun Toleransi Dalam Keberagaman” yang dilaksanakan di Sabda Alam Garut Hotel & Resort, Jalan Raya Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (23/8/2022).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Garut, Nurodin, menerangkan, tahapan awal dari adanya keberagaman adalah demokrasi. Ia mengungkapkan, bangsa Indonesia memiliki beragam budaya dari mulai ras bahkan agama.

“Ketika kita beragam suku, kita mempunyai beragam budaya, kita beragam ras bahkan, kalau dulu ras kita hanya ras melayu sekarang di indonesia rasnya sudah sangat banyak termasuk ras-ras eropa, amerika, timur itu banyak di kita,” ucapnya.

Menurutnya, salah satu contoh demokrasi dalam keberagaman adalah diperbolehkannya masyarakat untuk melaksanakan aktivitas sesuai suku, bahasa, budaya, maupun agamanya. Meskipun begitu, kita harus tetap menghargai perbedaan yang ada dalam keberagaman, dengan perilaku yang disebut toleransi.

“Nah kita juga harus mampu untuk menghargai, menghargai keberagaman ini dalam bentuk memberikan tanggung jawab kita ya, bersama-sama dengan tanggungjawab pula orang lain saling menghargai, saling menghormati dengan tidak saling merasa diri lebih, merasa diri lebih unggul,” ujarnya.

Nurodin memaparkan, unsur yang kedua setelah demokrasi adalah toleransi, di mana dengan adanya toleransi, kita bisa menghargai keberagaman yang ada. Ia menyampaikan, tahapan ketiga setelah toleransi yaitu harmoni, yang bisa menyatupadukan keberagaman yang ada di masyarakat.

“Nah tahapnya yang ke 3 setelah toleransi yang harus segera di temukan oleh kita dan teman-teman kita bukan hanya toleransi yang harus kita bangun, tapi kita harus membangun harmoni ya, sebab dengan harmoni keberagaman ini bukan lagi saling menghargai tapi saling menyatupadukan,” lanjutnya.

Ketua FPK Garut, Victor John Rantung, menerangkan bahwa maksud dan tujuan dari terselenggaranya seminar ini adalah upaya dari FPK Garut untuk mempertahankan kebhinekaan dan keberagamaan yang saat ini sudah sangat begitu mahal.

“Sehingga ketika kita lakukan ini di masyarakat, maka kita berharap bahwa keberagaman kebhinekaan itu akan selalu menjadi ikon di tengah-tengah masyarakat. Saya kira kita setuju bahwa keberagaman merupakan bagian penting dari persatuan dan kesatuan bangsa ini,” ucap Victor.

Ia juga menegaskan, seminar ini juga dalam rangka mengenalkan apa itu FPK Garut, yang secara struktural sudah lahir melalui Peraturan Dalam Negeri No. 34 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah.

“Kami hanya simbol ya pak, kami hanya membantu sehingga dengan kemampuan yang kita miliki keberadaan yang ada saat ini, kita akan berupaya semampu kita untuk sama-sama menyelenggarakan pembauran kebangsaan didaerah,” tandasnya.

Berita Terkait

BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan MBG, Percepat Sertifikat Higiene Sanitasi Dapur SPPG
Kemenag Garut Apresiasi Safari Ramadan Bupati di Cikajang, Dinilai Perkuat Silaturahmi dan Spirit Ibadah
Jemaah Umrah Diimbau Tetap tenang dan ikuti Arahan Resmi dari Kementerian Haji dan Umrah
Pemkab Garut Sediakan Mudik Gratis ke Jakarta, Putri Karlina: Siapkan 6 Bus untuk Warga
Putri Karlina Instruksikan Dishub Tertibkan Parkir Liar di Pusat Kota Garut
IPI Garut Buka Donasi Ramadan untuk Anak Yatim Piatu, Penggalangan Dana Hingga 10 Maret 2026
Ramadan Penuh Kebersamaan, RS Medina Garut Gelar Buka Bersama Dokter dan Manajemen
Cap Go Meh 2026 di Vihara Dharma Loka Garut Meriah, Kemenag Garut Soroti Nilai Toleransi
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:28 WIB

BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan MBG, Percepat Sertifikat Higiene Sanitasi Dapur SPPG

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:01 WIB

Jemaah Umrah Diimbau Tetap tenang dan ikuti Arahan Resmi dari Kementerian Haji dan Umrah

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:28 WIB

Pemkab Garut Sediakan Mudik Gratis ke Jakarta, Putri Karlina: Siapkan 6 Bus untuk Warga

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:53 WIB

Putri Karlina Instruksikan Dishub Tertibkan Parkir Liar di Pusat Kota Garut

Jumat, 6 Maret 2026 - 06:50 WIB

IPI Garut Buka Donasi Ramadan untuk Anak Yatim Piatu, Penggalangan Dana Hingga 10 Maret 2026

Berita Terbaru

error: Content is protected !!