Lapas Garut Raih Peringkat Pertama UMKM 2025, Produk Warga Binaan Jadi Sorotan Nasional

Kamis, 20 November 2025 - 12:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lapas Garut Raih Peringkat Pertama UMKM 2025, Produk Warga Binaan Jadi Sorotan Nasional

Lapas Garut Raih Peringkat Pertama UMKM 2025, Produk Warga Binaan Jadi Sorotan Nasional

WARTAGARUT.COM – Pada kegiatan tasyakuran Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 Tahun 2025 yang digelar di Aula LPKA Bandung, Lapas Kelas IIA Garut kembali menorehkan prestasi membanggakan.

Lapas Garut meraih anugerah peringkat pertama sebagai Unit Pelaksana Teknis yang berperan aktif dalam pengembangan UMKM di lingkungan Kanwil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Barat.

Penghargaan ini menjadi pengakuan resmi atas ekosistem UMKM yang telah berkembang pesat di Lapas Garut dalam beberapa tahun terakhir.

Berbagai unit usaha seperti produk coir shade, kopi “Kayana”, roti dan bakery, batik, serta aneka produk kreatif warga binaan bukan hanya menjadi sarana pembinaan kemandirian, tetapi juga mulai terhubung dengan pasar yang lebih luas, termasuk jejaring UMKM di masyarakat.

Kalapas Kelas IIA Garut Rusdedy menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh jajaran dan warga binaan.

“Penghargaan ini bukan hanya milik Lapas Garut, tetapi milik seluruh warga binaan dan petugas yang setiap hari bekerja membangun UMKM dari balik tembok. Kami ingin membuktikan bahwa Lapas bisa menjadi ruang tumbuhnya pelaku usaha baru, bukan sekadar tempat menjalani pidana,” ujar Rusdedy.

Baca Juga :  Pengajian Aisyiyah Garut, Dr Agus Rahmat Nugraha Bahas Pendusta Ayat Allah

Penghargaan ini juga memperkuat momentum positif setelah kunjungan Menteri UMKM RI ke Lapas Garut beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri UMKM memberikan apresiasi tinggi terhadap ekosistem pembinaan kemandirian yang terintegrasi dengan UMKM, mulai dari hulu ke hilir: pelatihan, produksi, pengemasan, hingga akses pasar, termasuk peluang ekspor.

Saat itu, Menteri UMKM menegaskan bahwa model pembinaan UMKM di Lapas Garut bisa menjadi role model bagi pengembangan UMKM di masyarakat luas, terutama dalam hal pendampingan usaha, penguatan kelembagaan, dan pembukaan akses pasar.

Penghargaan yang diterima hari ini menjadi bukti bahwa apresiasi tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan diikuti peningkatan kinerja dan konsistensi program.

“Kunjungan Bapak Menteri UMKM ke Lapas Garut menjadi penyemangat besar bagi kami. Hari ini, dengan anugerah peringkat pertama pengembangan UMKM di lingkungan Kanwil, kami merasa dorongan moral itu terkonfirmasi. Artinya, apa yang kami kerjakan berada di jalur yang benar dan harus terus diperluas, termasuk melalui skema koperasi sosial dan kemitraan dengan UMKM di luar Lapas.”katanya

Baca Juga :  Baznas Garut Masih Menunggu Seleksi Pimpinan, Masa Jabatan Ketua Berakhir November

Berbagai kegiatan UMKM di Lapas Garut telah dirancang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan kemandirian, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi.

Melalui pelatihan teknis, pendampingan manajemen usaha, dan penguatan jejaring pemasaran, warga binaan didorong untuk:

• Memiliki skill usaha yang konkret dan terukur,

• Membangun mentalitas wirausaha yang jujur dan bertanggung jawab,

• Serta terhubung dengan ekosistem UMKM sehingga setelah bebas mereka tidak kembali pada pola hidup lama, tetapi mampu berdiri sebagai pelaku usaha yang mandiri.

“Kami ingin setiap produk warga binaan membawa pesan bahwa dari Lapas pun bisa lahir karya yang berkualitas dan berdaya saing. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa tugas kami belum selesai – justru harus lebih serius memperkuat UMKM sebagai instrumen utama menurunkan residivisme,” tutup Rusdedy.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Lapas Kelas IIA Garut menegaskan komitmennya untuk terus menjadi Lapas produktif dan inklusif, yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga melahirkan wirausahawan baru yang siap berkontribusi bagi perekonomian daerah dan nasional.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Terbaru Dede Sunandar Usai Pingsan Dipukul Vicky Prasetyo
1 Oktober 2026 Hari Apa? Ini Hari Penting dan Status Liburnya
Guruh Soekarnoputra Wafat, Ini Jejak Seni dan Politiknya
Polsek Cilawu Pasang Traffic Mirror di 3 Tikungan Rawan Blind Spot
Daratan Baru Muncul di Dekat Krakatau, Luasnya Capai 30,3 Hektare
Planet Venus dan Bulan Sabit Berdekatan di Langit Indonesia, Ada Fenomena Okultasi
Amanda Rigby Jadi Sorotan, Ini Profil Amanda Lintang Larasati yang Dikaitkan dengan Andre Taulany
10 Nama Lolos Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut 2026-2031, Ini Daftarnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Kondisi Terbaru Dede Sunandar Usai Pingsan Dipukul Vicky Prasetyo

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

1 Oktober 2026 Hari Apa? Ini Hari Penting dan Status Liburnya

Sabtu, 26 September 2026 - 16:26 WIB

Guruh Soekarnoputra Wafat, Ini Jejak Seni dan Politiknya

Jumat, 25 September 2026 - 12:46 WIB

Polsek Cilawu Pasang Traffic Mirror di 3 Tikungan Rawan Blind Spot

Kamis, 24 September 2026 - 06:26 WIB

Daratan Baru Muncul di Dekat Krakatau, Luasnya Capai 30,3 Hektare

Berita Terbaru