WARTA GARUT – Pemerintah Kelurahan Sukakarya mengembangkan usaha budidaya Lebah tanpa sengat atau biasa disebut teuweul yang ditekuni warganya dengan menganggarkan pengadaan koloni teuweul dan sarana pendukung lainnya, sekaligus mengadakan pelatihan budidaya lebah teuweul. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Tarogong Kidul.
Kepala Kecamatan Tarogong Kidul Drs. Doni Rukmana mengatakan budidaya teuweul ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,Hal ini karena bisa dilakukan sebagai pekerjaan atau kegiatan sampingan yang produktif.
“Proses pemeliharaannya sederhana, tinggal masalah makanannya cukup atau tidak, dan makanannya yang berupa bunga-bungaan ini bisa ditanam di depan rumah. Tidak perlu ditunggu sehingga bisa sebagai kegiatan selingan,”tuturnya.
Doni Berharap, Nantinya Kecamatan Tarogong Kidul Menjadi sentra penghasil madu teuweul sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat “
Saya berharap Tarogong Kidul bisa menjadi salah satu tempat penghasil madu, ya madu teuweul. Mudah-mudahan ada hasilnya dan bisa sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat,”harapnya
Kepala Kelurahan Lurah Sukakarya Kecamatan Tarogong Kidul, Sobur menilai Selain mudah dalam Pemeliharaan juga memiliki khasiat dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Pihaknya berharap, Pelatihan tentang budidaya lebah teuweul ini, bisa dikembangkan di setiap Rukun warga (RW) bahkan bisa diternak di setiap rumah.
“Semoga pelatihan ini, dapat memberikan manfaat bagi warga khususnya masyarakat Sukakarya dan mudah-mudahan selanjutnya dapat turut mengembangkan sektor UMKM,”katanya saat menyerahkan koloni teuweul dan sarana pendukung lain kepada Kelompok Ternak Lebah Madu “Sahabat Lebah Sukakarya”, Sabtu (6/8/2022).
Sementara Ketua Kelompok Ternak Lebah Madu “Sahabat Lebah Sukakarya” Jajang Heri Saputra mengatakan,Saat ini, kata dia, baru 12 orang anggota yang ikut mengembangkan budidaya lebah teuweul
“Anggotanya berasal dari RW 7 dan RW 09 Kelurahan Sukakarya Tarogong Kidul,”ujarnya.
Pihaknya mengapresiasi perhatian dari stakeholder ( Pemangku kepentingan) yang mendukung pemeliharaan budidaya lebah tanpa sengat teuweul.

















Komentar