Pengeras Suara Perlu Diatur, Tapi Pelaksanaannya sesuai Kondisi

Jumat, 4 Maret 2022 - 20:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MUI Kabupaten Garut, KH Sirodjul Munir

Ketua MUI Kabupaten Garut, KH Sirodjul Munir

WARTAGARUT .COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut KH Sirodjul Munir menilai perlu Surat Edaran (SE) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Nomor 5 Tahun 2022 tentang pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan mushola. Akan tetapi pelaksanaan dilapangan sesuai kondisi lingkungan, Hal ini Agar tertib dalam penggunaannya.

“Menurut Kami memang harus diatur supaya tertib, tapi harus menyesuaikan kondisi, jika lingkungan orang sakit agar tidak terlalu mengganggu orang yang sakit,” tuturnya saat ditemui di Kantor MUI Kabupaten Garut, Jumat (4/3/2022).

Baca Juga :  MTsN 1 Garut Bentuk Pokja Ekoteologi, Perpustakaan Gelar Aksi Penghijauan

Menurut Ceng Munir –Panggilan akrab– KH Sirodjul Munir–, pelaksanaan di lapangan jika lingkungan tersebut mayoritas islam diperbolehkan menjelang 10 atau 15 menit menjelang azan berkumandang, bisa diisi dengan membaca Al Quran atau sholawat Nabi.

“Itu juga (Penggunaan pengeras Suara) jangan keras keras suaranya, kondisional penerapannya,”katanya.

Namun kata dia, jika di lingkungan komplek perumahan yang mayoritas non muslim, Puskesmas, dan Rumah sakit, kata dia, dimana pasien perlu istirahat, hal ini harus menjadi pertimbangan penggunaan alat pengeras suara sesuai ketentuan.

Baca Juga :  LPPM Uniga Gelar Sharing Session Persiapan Hibah Penelitian 2027

“Jadi boleh saja menggunakan pengeras suara waktu adzan , waktu menjelang Adzan, tapi aturlah volume dan waktunya, sebagaimana yang diatur oleh surat edaran dari Kementerian Agama, “ujarnya.

Pihaknya menegaskan, intinya pelaksanaan surat edaran Kementerian Agama tentang pengeras suara pelaksanaannya kondisional.

“Pengeras suara harus diatur , tapi pelaskannya kondisional, yang tahu penggunaan pengeras suara di masjid itu DKM, RT,RW, “ucapnya

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LPPM Uniga Gelar Sharing Session Persiapan Hibah Penelitian 2027
Milad Muhammadiyah ke-114, PDM Garut Siapkan 17 Kegiatan
MTsN 1 Garut Kampanyekan Tumbler untuk Kurangi Sampah Plastik
IKKHG Garut Terima Kunjungan Gates Foundation dan Kemenkes untuk Tinjau DED 2.0
IPI Garut Peringkat 238 Asia Tenggara, Rektor Soroti Mutu Pendidikan
MTsN 1 Garut Bentuk Pokja Ekoteologi, Perpustakaan Gelar Aksi Penghijauan
Kapolsek Tarogong Kidul Ingatkan Siswa MTsN 1 Garut Jauhi Geng Motor
Raih 14 Medali, SMK Muhammadiyah Garut Juara Umum Kejurda Tapak Suci 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 07:58 WIB

LPPM Uniga Gelar Sharing Session Persiapan Hibah Penelitian 2027

Kamis, 5 November 2026 - 08:18 WIB

Milad Muhammadiyah ke-114, PDM Garut Siapkan 17 Kegiatan

Rabu, 4 November 2026 - 17:27 WIB

MTsN 1 Garut Kampanyekan Tumbler untuk Kurangi Sampah Plastik

Rabu, 4 November 2026 - 13:19 WIB

IKKHG Garut Terima Kunjungan Gates Foundation dan Kemenkes untuk Tinjau DED 2.0

Rabu, 4 November 2026 - 08:09 WIB

IPI Garut Peringkat 238 Asia Tenggara, Rektor Soroti Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Ketua PDM Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, menyampaikan pandangan mengenai manfaat ChatHPT bagi pemahaman keagamaan umat.

GADGET DAN TEKNOLOGI

Ketua PDM Garut: ChatHPT Bantu Umat Memahami Fatwa Tarjih Muhammadiyah

Jumat, 6 Nov 2026 - 13:03 WIB

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., saat wawancara bersama WartaGarut.com.

KEAGAMAAN

Milad Muhammadiyah ke-114, PDM Garut Siapkan 17 Kegiatan

Kamis, 5 Nov 2026 - 08:18 WIB